Hadapi Musim Kemarau, Menteri PU Andalkan Bendungan dan Sumur Bor
Bagikan:
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang atau El Nino dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air, mulai dari bendungan hingga sumur bor.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air irigasi, sehingga produktivitas pertanian dan pasokan pangan nasional tetap terjaga.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur air memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung ketahanan pangan, terutama saat musim kemarau berkepanjangan maupun perubahan iklim.
"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air, seperti bendungan, bendung, embung hingga waduk di berbagai daerah," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli.
Kehadiran infrastruktur tersebut sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim.
Selain membangun infrastruktur baru, Kementerian PU juga mengoptimalkan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air tetap berjalan efisien selama musim kemarau.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Kementerian PU menyiagakan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114.000 meter kubik per detik di berbagai wilayah rawan kekeringan.
Infrastruktur tersebut menjadi salah satu andalan untuk menjaga ketersediaan air, khususnya bagi lahan pertanian yang berpotensi terdampak penurunan curah hujan.
Tak hanya itu, Kementerian PU juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung untuk penanganan cepat di lapangan.
Peralatan itu meliputi 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon serta 49 mesin bor yang siap dikerahkan ke daerah terdampak apabila diperlukan.
Upaya mitigasi tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur. Kementerian PU juga melakukan inventarisasi wilayah rawan kekeringan serta mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah adaptasi menghadapi musim kemarau.
Salah satu inovasi yang terus didorong adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai mampu mengurangi penggunaan air di sektor pertanian tanpa mengurangi produktivitas tanaman.
BACA JUGA:
Di sisi lain, pembangunan berbagai infrastruktur sumber daya air terus dipercepat, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT) hingga sumur bor.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi dampak perubahan iklim.
Saat ini, Kementerian PU mengelola 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik yang berfungsi menopang kebutuhan air irigasi, air baku hingga pengendalian banjir.
Terdapat pula 601 situ dan danau dengan total volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang turut mendukung penyediaan air bagi masyarakat dan berbagai sektor produktif.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+