Gubernur Khofifah sebut pembinaan atlet investasi bangun karakter generasi muda - ANTARA News Jawa Timur

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan pembinaan atlet merupakan investasi dalam membangun karakter generasi muda karena memiliki banyak nilai positif dalam aspek kehidupan.

Khofifah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan, melalui olahraga generasi muda diajarkan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan semangat pantang menyerah untuk mendulang prestasi.

"Olahraga mampu membangun energi positif seluruh anak bangsa, sekaligus membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda," kata Khofifah.

Dia menegaskan pemerintah provinsi setempat sampai saat ini terus menjalankan komitmen menguatkan sistem pembinaan secara berkelanjutan dan menghadirkan fasilitas penunjang yang mumpuni.

Langkah itu diyakininya akan membentuk sebuah ekosistem yang mampu menghasilkan bibit potensial berprestasi, lalu dipasok sebagai atlet nasional untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Selain pembinaan, Khofifah menyampaikan pihaknya terus mendorong pelaksanaan kejuaraan tingkat daerah sebagai medan uji mental dan kemampuan atlet muda dalam mendulang pengalaman bertanding.

"Dengan kompetisi dan pembinaan yang konsisten, saya optimistis Jawa Timur akan semakin kokoh sebagai lumbung atlet nasional yang mampu melahirkan juara untuk Indonesia," ucapnya.

Salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kompetisi olahraga adalah Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu.

Ajang itu diikuti 133 tim dari berbagai provinsi di Indonesia dengan total atlet mencapai 2.436 atlet.

Khofifah bersama Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Velix Wanggai pun turut melepas para atlet untuk bertanding.

Sementara itu, Ketua Umum PB Perserosi Velix Wanggai memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Kabupaten Malang karena telah menghadirkan wadah persaingan kompetitif, sekaligus sarana mengukur kemampuan atlet dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta dari berbagai provinsi, dukungan fasilitas olahraga, dan pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan menjadi modal penting dalam mencetak atlet berdaya saing.

"Jawa Timur memiliki semua modal untuk menjadi lumbung atlet nasional, mulai fasilitasi memadai, pembinaannya berjalan baik, kompetisi rutin, dan prestasinya terus konsisten," kata Velix.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.