Gubernur Khofifah dorong transformasi dakwah lewat teknologi digital - ANTARA News Jawa Timur

Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mendorong transformasi dakwah dari bentuk konvensional atau langsung ke arah pemanfaatan teknologi digital agar relevan dengan zaman.

Khofifah seusai menghadiri Silahturrahim Hidmat & IHM Muslimat NU Jawa Timur, di Kota Batu, Sabtu, menjelaskan, dakwah dengan format digital akan lebih mudah diakses oleh masyarakat, tanpa terbatas lokasi dan waktu.

"Para bu nyai itu sebetulnya memiliki keinginan melakukan transformasi dari dakwah secara konvensional ke dakwah secara digital, lalu saya selalu mendiskusikan ini karena sudah pasti bisa diakses 24 jam dimana dan kapan saja," kata Khofifah.

Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur menyampaikan sebenarnya sistem dakwah digital sudah pernah dilakukan semasa pandemi COVID-19, saat itu para anggota Muslimat banyak yang mengikuti pelatihan mandiri tetapi dalam prosesnya pelaksanaan perlu untuk terus diberikan pendalaman.

"Transformasi, kalau saya bilang berhijrah gitu ya," ucapnya.

Peningkatan kapasitas akan mendorong pendakwah menghadirkan banyak inovasi dalam metode dakwah digital, misalnya membuat konten berformat kartun dalam menyampaikan pesan keagamaan maupun keilmuan kepada anak-anak.

Lalu, memiliki kemampuan dalam menyesuaikan kelompok yang akan disasar materi dakwah.

Kemudian, lanjutnya, pengetahuan soal pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah dan pemahaman terhadap sebuah tren maupun keresahan, dikatakannya mampu menghadirkan peluang lebih mendekatkan pendakwah dengan kalangan generasi Z.

"Teman-teman harus menyentuh kebutuhan gen Z, misal penggunaan bahasanya sehingga ada harapan baru. Terus apabila ada yang susah mendapatkan pekerjaan disentuh dengan motivasi," ujar dia.

Terkait kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI), dikatakan oleh dia sebagai sebuah keniscayaan yang harus dipandang sebagai saran dalam meningkatkan produktivitas dan membangun pemikiran objektif dalam pemanfaatannya.

Khofifah menyatakan AI memang menghadirkan kemudahan bagi masyarakat tetapi perlu kewaspadaan dalam penggunaannya sehingga tak sampai menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Kalau dipakai untuk kebenaran jelas tidak ada persoalan, jadi jangan dimanfaatkan menyebarkan hoaks maupun mencederai harkat dan martabat manusia siapa pun itu orangnya," tutur dia.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.