Gubernur Kalsel 2005-2015 Rudy Ariffin berpulang - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 H Rudy Ariffin berpulang ke Rahmatullah pada usia 73 tahun setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Amanah Banjarmasin, Ahad sekitar pukul 11.00 WITA.
Kabar duka tersebut disampaikan staf pribadi almarhum, Khairil Anwar, saat dihubungi di Banjarbaru, Ahad siang
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Bapak H Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015," demikian informasi yang disampaikan pihak keluarga.
Khairil mengatakan jenazah almarhum selanjutnya diberangkatkan dari RS Amanah Banjarmasin menuju Masjid Al-Jihad Banjarmasin untuk dimandikan dan dishalatkan.
Shalat jenazah pertama dijadwalkan dilaksanakan di Masjid Al-Jihad setelah shalat Dzuhur. Setelah itu, jenazah dibawa menuju rumah duka di Jalan Garuda, Banjarbaru.
Selanjutnya, sebelum atau setelah pelaksanaan shalat Ashar, jenazah akan dibawa menuju Masjid Agung Al-Karomah Martapura untuk dishalatkan kembali.
"Setelah shalat Ashar, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru," kata Khairil.
Informasi mengenai meninggalnya mantan Gubernur Kalsel tersebut juga telah beredar di berbagai platform media sosial dan mendapat beragam tanggapan serta ucapan belasungkawa dari masyarakat.
Rudy Ariffin dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan pemerintahan Kalimantan Selatan. Ia menjabat sebagai Gubernur Kalsel selama dua periode, yakni 2005-2010 dan 2010-2015.
Pihak keluarga memohon doa masyarakat agar almarhum mendapat ampunan atas segala dosa, diterima seluruh amal ibadahnya, serta memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan," demikian doa yang disampaikan keluarga.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.