Gubernur Jatim minta anak tak ragu laporkan tindak kekerasan - ANTARA News Jawa Timur
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh pelajar agar tidak segan melaporkan segala bentuk tindak kekerasan yang dialami diri sendiri kepada orang tua maupun guru sehingga penanganan bisa secepatnya dilakukan.
Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, menyatakan kekerasan terhadap anak dapat timbul dalam berbagai bentuk, baik itu verbal, fisik, seksual, maupun yang terjadi di ruang digital.
"Kepada anak-anakku, apabila mengetahui atau merasakan adanya kekerasan, jangan pernah ragu untuk menyampaikan kepada guru, kepada orang tua, maupun kepada pihak yang berwenang. Insya Allah, dengan keterlibatan orang dewasa, hal-hal seperti bisa diredam," kata Khofifah.
Penanganan yang cepat terhadap kekerasan menjadi upaya vital karena akan memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan.
Selain itu, anak harus mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan melakukan aktivitas sosial di lingkungannya.
Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat supaya bergotong royong memastikan lingkungan yang aman bagi seluruh anak.
Khofifah menyampaikan upaya memastikan anak terbebas dari tindak kekerasan telah diimplementasikan oleh pemerintah dengan menginisiasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Untuk Anak (RANA).
Gerakan Nasional RANA telah dideklarasikan saat hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, pada Senin (14/7).
"Ini berarti mereka juga harus bebas dari segala bentuk kekerasan," ujarnya.
Gubernur Jawa Timur dua periode itu optimistis Gerakan RANA akan lebih memperkuat ekosistem perlindungan anak, khususnya di lingkungan pendidikan yang bukan hanya tempat belajar tetapi menjadi ruang mengembangkan potensi individu secara optimal.
"Anak-anak kita ini yang membawa masa depan dunia, mereka yang nantinya akan memegang estafet kepemimpinan di berbagai lini dan ruang aman bagi anak adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari pemerintah, guru, orang tua, hingga masyarakat," ucapnya.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.