Gubernur Bali bahas kondisi pertanian saat ini ketika pelantikan Ketua HKTI - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster membahas kondisi pertanian Bali saat ini dalam pelantikan Made Muliawan Arya atau De Gadjah sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali.
“Secara umum sektor pertanian di Bali berkembang cukup baik, perhitungan kami, produksi kita mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Bali,” ucap Koster di Denpasar, Jumat.
Untuk mendukung tren positif pertanian Bali ini, ia meminta dukungan HKTI Bali untuk percepatan program kedaulatan pangan di Provinsi Bali, dimana kini De Gadjah yang merupakan mantan pesaingnya dalam Pilkada Bali 2024 resmi menakhodai untuk periode 2026-2031.
Gubernur Koster menyampaikan, beberapa komoditas pertanian sedang surplus di antaranya seperti beras, jagung, bawang merah dan cabai.
Namun, hingga saat ini Bali mengalami defisit dalam pemenuhan kebutuhan bawang putih sehingga masih mengandalkan impor.
Pemprov Bali memandang kondisi itu terjadi karena masyarakat lebih menyukai bawang putih impor, sebab harganya lebih murah dibanding hasil produksi petani Bali.
Menyikapi hal ini, Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mendorong perluasan area tanam bawang putih di sejumlah kabupaten seperti Bangli, Jembrana, dan Karangasem.
“Saya sudah terus dorong perluasan area tanam bawang putih, kalau produksinya sudah cukup, kita bisa hentikan impor,” ucapnya.
Langkah-langkah ini dilakukan berkaitan dengan upaya mewujudkan kedaulatan pangan Bali.
“Salah satu prioritas pembangunan Bali adalah upaya mewujudkan kedaulatan pangan,” kata Koster.
Pemprov Bali mencatat kontribusi sektor pertanian pada PDRB Bali mencapai 14 persen, karena besaran itu, pemerintah memberi perhatian serius pada sektor pertanian.
Salah satunya saat ini meningkatkan kapasitas pertanian dari hulu hingga hilir, selain itu, Pemprov Bali juga memprioritaskan pengembangan pertanian organik, khususnya pada lahan sawah.
Koster menyebut, dari 64 hektare sawah, 60 persen di antaranya telah mengantongi sertifikat organik, ini sejalan dengan implementasi Perda Bali Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Sistem Pertanian Organik.
Program ini mendapat sambutan antusias dari para petani karena peningkatan nilai ekonomi pada produk yang mereka hasilkan.
“Ini juga sangat penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman hayati sehingga tidak merusak ekosistem,” ujarnya.
Sejalan dengan semakin antusiasnya petani dalam menerapkan sistem pertanian organik, belakangan Bali menghadapi kekurangan suplai pupuk cair, untuk itu ia berharap mendapat kuota lebih banyak karena meningkatnya kebutuhan.
Menutup sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan selamat kepada Ketua HKTI Bali beserta jajaran pengurus yang baru dilantik, ia berharap, kolaborasi pemerintah dan HKTI mampu mendorong kemajuan sektor pertanian di Bali.
Sementara itu Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI Sudaryono mengajak HKTI Bali berperan aktif dalam program ketahanan pangan.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.