◐

Grossi berharap ada keputusan cepat untuk Sekjen PBB berikutnya

Markas PBB, New York (ANTARA) - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi kepada RIA Novosti mengatakan harapannya agar keputusan mengenai kandidat Sekretaris Jenderal PBB berikutnya dapat diambil dalam waktu relatif lebih cepat, kendati ia menilai jalannya proses pemilihan belum berlarut-larut.

“Saya menilai proses ini - setidaknya hingga saat ini - belum berlarut-larut. Kami berharap hasilnya dapat diperoleh relatif cepat,” kata Grossi.

Ia menambahkan bahwa lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto memegang tanggung jawab khusus dalam proses pemilihan tersebut.

Sementara 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan, yang mewakili negara-negara dari kawasan yang lebih luas, juga berpartisipasi dalam proses tersebut.

Grossi mengatakan sulit menilai kemajuan konsultasi karena proses tersebut berlangsung secara tertutup.

“Jika Anda mengingat proses sebelumnya, waktunya sekitar periode ini, awal musim gugur, Oktober. Jadi, kami berharap proses ini tidak akan berlangsung terlalu lama lagi,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Rebeca Grynspan memperoleh dukungan terbanyak dalam jajak pendapat tidak resmi keempat, kata seorang sumber kepada RIA Novosti.

Hasil jajak pendapat tersebut juga dilaporkan oleh sejumlah sumber diplomatik dan media yang mengikuti proses tersebut.

Saat ini terdapat tujuh kandidat untuk jabatan tertinggi di lingkungan PBB. Selain Grynspan dan Grossi, kandidat lainnya adalah mantan Presiden Senegal Macky Sall, mantan Menteri Luar Negeri Ekuador Maria Fernanda Espinosa, diplomat Ekuador Ivonne A-Baki, mantan Menteri Luar Negeri Uganda Olara Otunnu, dan mantan Menteri Luar Negeri Guyana Carolyn Rodrigues-Birkett.

Masa jabatan kedua dan terakhir Sekretaris Jenderal PBB saat ini Antonio Guterres akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Penerjemah: Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.