Gibran Minta 2 Korban Keracunan MBG di Karo Dibawa ke Jakarta, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026, 11:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Dua korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, dibawa ke Jakarta hari ini. Keduanya dibawa atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mendapatkan penanganan dan pemantauan secara langsung.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengatakan secara medis, tim dokter di Medan sebenarnya dinilai mampu menangani kondisi kedua korban. Namun, Gibran meminta agar anak yang memiliki indikasi medis dan trauma lebih tinggi mendapatkan penanganan langsung di Jakarta.

"Sebenarnya kalau secara penanganan medis dari tim dokter yang membawa ke Jakarta juga menyampaikan tim medis kita yang di Medan itu mumpuni, namun kemarin Bapak Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung, dimonitor langsung sama Bapak Wapres, jadi anak yang memang terindikasi medis dan traumanya lebih tinggi dari teman-teman yang lain, Pak Wapres minta langsung dibawa ke Jakarta," kata Bobby, Sabtu (12/9/2026).

Bobby menjelaskan penanganan terhadap para korban tidak hanya menyangkut kondisi kesehatan secara medis. Menurutnya, kondisi mental dan psikis korban juga perlu dipulihkan setelah mengalami dugaan keracunan makanan.

Karena itu, Bobby meminta media dan masyarakat tidak berlebihan mengekspos kondisi para korban. Dia menyebut salah satu hasil pemeriksaan menunjukkan mental anak terganggu akibat cyberbullying yang membuat mereka dianggap hanya mencari perhatian.

"Cuma saya minta tolong kepada kita semua, yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis tapi juga mentalnya dan juga psikis. Jadi saya minta tolong sekali ke media, permintaan anaknya juga kepada kami, jangan terlalu di-blow up karena salah satu hasil pemeriksaan ada 4 poin, poin keempat itu anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian, ini mengganggu mental anak-anak kami," ucapnya.

Baca Juga: 352 Siswa Diduga Keracunan MBG, DPR Heran SPPG Bermasalah Terulang Lagi

Bobby mengatakan para korban untuk sementara telah diminta tidak bermain media sosial sebagai bagian dari intervensi internal. Sementara secara eksternal, dia kembali meminta agar pemberitaan mengenai kasus tersebut tidak terlalu di-blow up demi mendukung proses pemulihan korban.

"Jadi tadi kami minta jangan main media sosial dulu intervensi internal, intervensi eksternal jangan terlalu di-blow up demi penyembuhan, bukan demi menutupi berita," tuturnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy