◐

Energi berkeadilan membuka peluang hidup masyarakat Kalimantan

Banjarmasin (ANTARA) - Cahaya listrik di rumah bukan sekadar penerang ketika malam tiba, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, keluarga menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman, dan pelaku usaha kecil mengembangkan sumber penghasilan.

Bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati sambungan listrik mandiri, kehadiran energi menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki kualitas hidup.

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pemerataan akses listrik masih menghadapi tantangan geografis. Wilayah yang luas, permukiman terpencil, kawasan hutan, serta desa yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan upaya lebih besar dibandingkan wilayah yang mudah diakses.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Iwan Soelistijono mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan pelayanan listrik hingga pelosok.

Ada desa yang hanya bisa dicapai lewat jalur sungai, ada pula yang terhimpit hutan lebat, sehingga menyulitkan petugas mengirim material. Tidak jarang, izin dan proses administrasi membuat langkah itu tertunda.

Tantangan itu menunjukkan bahwa energi berkeadilan tidak cukup diukur dari seberapa banyak listrik yang diproduksi atau jaringan yang dibangun.

Pemerataan juga perlu dilihat dari kemampuan masyarakat memperoleh sambungan listrik, menikmati layanan yang andal, serta menggunakan energi untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa terbebani biaya yang tidak terjangkau.

Upaya pemerataan akses tersebut dilakukan melalui pembangunan jaringan listrik desa dan program bantuan sambungan listrik bagi keluarga prasejahtera. Salah satunya melalui program "Light Up The Dream" (LUTD), yang mengandalkan donasi sukarela pegawai PLN untuk membantu masyarakat memperoleh sambungan listrik secara gratis.

PLN UID Kalselteng memasang sambungan listrik gratis bagi 80 keluarga prasejahtera di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah melalui program tersebut. Program ini menjadi salah satu bentuk gotong royong untuk membantu keluarga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.

Manfaat serupa dirasakan penerima program Terang Berkah Ramadhan 2026. Sebanyak 45 penerima manfaat memperoleh sambungan listrik baru, terdiri atas 22 rumah warga prasejahtera, tiga posyandu, tujuh sekolah, 15 rumah ibadah, dan satu pondok pesantren.

Ketua Posyandu Manggis di Banjarbaru Aqila mengungkapkan bahwa bantuan sambungan listrik mandiri mempermudah operasional pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas pasang baru listrik PLN secara gratis ini. Akhirnya bisa menikmati listrik secara mandiri,” tuturnya.

Pengalaman Aqila tersebut memperlihatkan bahwa pemerataan energi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga. Listrik juga menunjang pelayanan publik, mulai dari kegiatan posyandu, proses belajar mengajar di sekolah, hingga aktivitas sosial dan keagamaan yang menjadi bagian kehidupan masyarakat.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.