Ekonom Unej: Pengganti Perry harus bisa jaga independensi BI - ANTARA News Jawa Timur

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Ekonom Universitas Jember (Unej) Adhitya Wardhono, PhD mengatakan pengganti Perry Warjiyo yang mundur dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) harus bisa menjaga independensi bank sentral tersebut.

"Pemerintah perlu memastikan proses pemilihan Gubernur BI definitif berjalan cepat, transparan, dan berbasis kompetensi," kata Adhitya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa malam.

Menurutnya, Bank Indonesia telah memiliki sejumlah figur internal yang secara kapasitas layak dipertimbangkan sebagai Gubernur BI seperti pengalaman Destry Damayanti dalam kebanksentralan, pasar keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Kemudian keahlian anggota Dewan Gubernur lainnya yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, pengelolaan pasar valuta asing, sistem pembayaran, dan koordinasi fiskal," tuturnya.

Ia mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa BI memiliki kader dengan kompetensi yang relatif lengkap, sehingga hal itu menjadi keunggulan calon internal untuk menjadi Gubernur BI karena sudah memahami proses pengambilan keputusan, instrumen kebijakan, dan kultur kelembagaan BI, sehingga kesinambungan kebijakan dapat lebih terjaga.

"Kendati demikian, peluang calon Gubernur BI dari luar tetap dapat terbuka sepanjang memiliki kredibilitas kuat di bidang moneter dan pasar keuangan, serta harus memahami tugas bank sentral, serta mampu menjaga independensi BI," katanya.

Saat ini kondisi nilai tukar masih menghadapi tekanan yakni pada angka 18.084 per 28 Juli 2026 dan BI-Rate berada pada 5,75 persen, sehingga Indonesia butuh figur yang dipercaya oleh pasar.

"Pemilihan Gubernur BI sebaiknya tidak didasarkan pada asal kandidat, melainkan pada kompetensi, integritas, dan kemampuannya menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi," ucap Adhitya yang juga peneliti dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej.

Ia menjelaskan bahwa yang dibutuhkan pasar bukan sekadar nama baru, tetapi kepastian bahwa independensi BI tetap dijaga. Kemudian, kebijakan yang diambil terutama kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar tetap berbasis data dan terukur.

"Tidak hanya itu, pemerintah juga perlu menjaga disiplin fiskal serta menghindari komunikasi yang dapat menimbulkan persepsi adanya intervensi terhadap bank sentral," ujarnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.