DPMPTSP: Realisasi investasi di Mataram capai Rp736,86 miliar lebih

"Alhamdulillah, realisasi investasi di Mataram cukup bagus bahkan di atas target semester pertama sebesar 50 persen,"

Mataram (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan realisasi investasi di daerah itu hingga triwulan II 2026 mencapai Rp736,86 miliar lebih atau 62,36 persen dari target sebesar Rp1,18 triliun lebih.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram H Novian Rosmana di Mataram, Rabu, mengatakan capaian itu berasal dari 2.046 proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang tersebar di wilayah Kota Mataram.

"Alhamdulillah, realisasi investasi di Mataram cukup bagus bahkan di atas target semester pertama sebesar 50 persen," katanya.

Realisasi investasi itu, katanya, menunjukkan geliat investasi di Kota Mataram tetap terjaga, meski belum seluruh sektor bergerak merata.

Pada triwulan I, realisasi investasi yang masuk di angka Rp271,01 miliar lebih dan angkanya merangkak naik dengan tambahan investasi yang masuk di triwulan II sebesar Rp465,85 miliar lebih.

"Artinya, kalau capaian investasinya sudah di atas 62 persen di triwulan II, itu menjadi indikasi pertumbuhan investasi di Mataram bagus," katanya.

Menurutnya, dari beberapa sektor investasi, sektor usaha konstruksi menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp445,32 miliar lebih atau 37,69 persen.

Kemudian, sektor hotel dan restoran sebesar Rp95,948 miliar lebih atau 8,12 persen, sektor transportasi dan komunikasi Rp81,05 miliar lebih atau 6,86 persen, dan perdagangan dan reparasi Rp67,593 miliar lebih atau 5,72 persen.

"Dari data itu, sektor konstruksi cukup menopang di bidang pergudangan termasuk di sana telekomunikasi dan ada juga perumahan," katanya.

Sementara sektor lain yang juga tercatat berkontribusi terhadap realisasi itu antara lain, listrik, gas dan air sebesar Rp6,567 miliar lebih, industri makanan Rp994,176 juta lebih, industri mesin dan peralatan Rp5,05 miliar lebih, serta aktivitas profesional dan ilmiah Rp258,73 juta lebih.

"Sedangkan sektor-sektor lain masih mencatat realisasi yang relatif kecil," katanya.

Dikatakan, kendati serapan investasi bergerak positif sampai dengan triwulan II, namun Kota Mataram memiliki kendala yang bisa menghambat realisasi investasi mencapai target 100 persen.

Kendala yang dimaksudkan antara lain pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum final di Kementerian dan Provinsi NTB.

"Itu yang menjadi kendala kami sementara ini. Ada memang beberapa permohonan yang masuk, tapi karena terkendala status lahan jadi tertunda," katanya.

Apabila RTRW yang disahkan banyak membuka ruang untuk investasi, pihaknya mengaku optimistis target investasi Rp1,18 triliun lebih bisa tercapai pada akhir 2026.

"Kalau RTRW cepat selesai, kami optimistis target bisa tercapai bahkan terlampaui," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026