Dorong Ekonomi Kerakyatan, DPP GMNI Apresiasi Prabowo Bawa Spirit Marhaenisme
AKURAT.CO Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengapresiasi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan spirit ideologi Marhaenisme sebagai salah satu landasan filosofis dalam penyelenggaraan ekonomi sosialisme Indonesia di masa pemerintahannya.
Ketua DPP GMNI Bidang Agitasi dan Propaganda, Refi Achmad Zuhair, menilai, pernyataan tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap sejarah dan pemikiran Bung Karno.
Namun, menurutnya, pengakuan terhadap Marhaenisme harus diikuti perubahan dalam paradigma kepemimpinan dan kebijakan pemerintah.
"Pernyataan Presiden Prabowo yang mengusung spirit Marhaenisme secara otomatis membawa konsekuensi logis. Marhaenisme adalah ajaran yang membebaskan dan memanusiakan rakyat secara luas, khususnya yang tidak beruntung secara sistemik. Artinya, ini harus menjadi titik balik agar pemerintahan beliau tidak lagi menitikberatkan pada pendekatan-pendekatan yang terkesan militeristik, melainkan mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, serta berakar pada nasionalisme Indonesia," tegas Refi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Refi menjelaskan, Marhaenisme lahir dari pemikiran Bung Karno mengenai penderitaan rakyat akibat penindasan sistemis.
Karena itu, menurutnya, pengakuan terhadap Marhaenisme tidak dapat dilepaskan dari nilai kemanusiaan atau internasionalisme/perikemanusiaan serta kebangsaan atau sosio-nasionalisme.
DPP GMNI menilai terdapat sejumlah perubahan paradigma yang perlu diwujudkan dalam pemerintahan Prabowo.
Salah satunya adalah mengedepankan pendekatan humanis dalam kebijakan publik, termasuk dalam penanganan persoalan sosial, konflik agraria, hingga stabilitas keamanan nasional.
Menurut Refi, persoalan tersebut semestinya lebih mengedepankan dialog kerakyatan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, bukan semata-mata pendekatan komando atau kekerasan.
Baca Juga: 7 Cara Menang Balap Kerupuk, Bukan Sekadar Makan Secepat Mungkin