Dokter: Gaya hidup buruk picu stroke di kalangan pria muda - ANTARA News Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Dokter spesialis bedah saraf (neurosurgeon) Steven Tandean menyatakan ada kecenderungan makin banyak pria usia muda terserang stroke karena pengaruh gaya hidup yang tidak sehat atau buruk.
"Kalau kita lihat tren sekarang usia pasien yang terkena stroke semakin muda. Jadi usia 30 akhir hingga 40 awal itu sudah mulai terjadi stroke, dan kebanyakan laki-laki," kata Dr. dr. Steven Tandean, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FIS, DABRM disela acara Siloam Neuroscience Forum di Kota Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan, penyebab stroke dipengaruhi gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Selain itu, ada juga pemicu dari kolesterol tinggi dan diabetes.
Menurut dia, gaya hidup sangat memengaruhi makin tingginya risiko pria muda bisa terkena stroke. Apalagi, kaum adam memang cenderung lebih mudah terkena stroke ketimbang perempuan, yang secara alami memiliki hormon estrogen yang fungsinya melindungi pembuluh darah.
"Apalagi kalau kita tidak olahraga, risiko stroke semakin tinggi," ujarnya.
Penanganan Stroke
Stroke merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena pasokan oksigen ke otak terganggu, bisa akibat penyumbatan dan atau pecahnya pembuluh darah. Akibatnya, orang yang terkena stroke bisa mengalami kelumpuhan pada sebagian maupun seluruh tubuh karena matinya sel-sel otak.
Dokter Steven menjelaskan pasien stroke bisa disembuhkan, terutama apabila bisa langsung ditangani dengan cepat pada periode golden periode yakni 4,5 jam pascaserangan.
"Caranya dengan disuntik dengan obat untuk hancurkan penyumbatan," ujarnya.
Namun, apabila batas waktu 4,5 jam sudah terlewati, pengobatan oleh dokter bedah saraf masih bisa dioptimalkan yakni dengan memasang kateter untuk menarik penyumbatan di pembuluh darah. Batas waktu untuk pengobatan ini adalah 24 jam pascaraserangan stroke.
Baca juga: Stroke bisa sembuh jika cepat dibawa ke rumah sakit
Sementara itu, Executive Director Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan Hartono Teguh Wijaya mengatakan, bahwa penyelenggaraan Siloam Neuroscience Forum Goes to Banda Aceh merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk memperluas akses terhadap layanan stroke berstandar internasional melalui kolaborasi dan transfer pengetahuan.
Forum ini menghadirkan dua dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan, dr. Michael Lumintang Loe, M.Si., M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FTO, FINPS, IFAANS dan Dr. dr. Steven Tandean, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FIS, DABRM yang membahas pengenalan gejala awal, diagnosis, terapi, bedah minimal invasif, neurointervensi, dan tata laksana terpadu pada pasien stroke serta kondisi neurologi kompleks.
“Kepercayaan pasien tidak dibangun dari klaim semata. Kepercayaan lahir ketika keahlian dokter, dukungan teknologi, dan standar pelayanan yang konsisten bekerja bersama untuk membantu pengambilan keputusan pada saat yang sangat kritis. Melalui Siloam Neuroscience Forum kami ingin memperkuat jaringan layanan Stroke di Pulau Sumatera agar semakin banyak pasien memperoleh penanganan stroke yang cepat, tepat, dan berstandar dunia,” ujarnya.
Hartono menambahkan bahwa forum ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi dan sistem rujukan di Banda Aceh. “Kami percaya bahwa layanan kesehatan terbaik tidak harus dicari jauh. Melalui kolaborasi yang semakin kuat dan sistem rujukan yang terintegrasi, masyarakat Aceh kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan stroke berstandar internasional. Inilah komitmen kami untuk menghadirkan Advanced Care, Right Here in Medan,” tambahnya.
Selain menghadirkan layanan kuratif, Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan juga secara aktif menjalankan berbagai program promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat mengenai faktor risiko stroke, pengenalan gejala awal menggunakan prinsip FAST (Face, Arm, Speech, Time), serta pentingnya segera membawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan dalam golden period.
Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan yang pada April 2026 resmi memperoleh sertifikasi Advanced Stroke Center dari World Stroke Organization (WSO), sebuah pengakuan internasional atas kualitas pelayanan stroke yang memenuhi standar global. Pencapaian tersebut menjadikan Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi tersebut.
Baca juga: Calon haji perlu waspadai "heat stroke", begini disampaikan dokter spesialis saraf jantung
Pewarta: Redaksi Antara Aceh
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.