Ditpamobvit Polda Kalsel lindungi warga dari kabut asap karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan

Masker ini kami bagikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,

Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalimantan Selatan membagikan 2.000 masker kepada masyarakat dan petugas lapangan sebagai upaya melindungi warga dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker tersebut menyasar masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk jamaah seusai Shalat Jumat serta personel yang bertugas di sejumlah posko karhutla di wilayah Kota Banjarbaru.

Direktur Pamobvit Polda Kalsel Kombes Pol Sukron di Banjarbaru, Jumat, mengatakan perlindungan terhadap masyarakat menjadi perhatian kepolisian karena kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan sekaligus aktivitas warga.

"Masker ini kami bagikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat agar mereka memiliki perlindungan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap," ujarnya.

Ditpamobvit Polda Kalsel juga mengecek Posko Karhutla Polda Kalsel di Desa Pemasiran/Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, sekaligus menyerahkan 500 masker untuk mendukung perlindungan personel yang bertugas.

Selanjutnya, sebanyak 500 masker diserahkan kepada petugas Posko Karhutla Polda Kalsel di Desa Guntung Damar, Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin, untuk digunakan selama menjalankan tugas di lapangan.

Selain membagikan masker, personel Ditpamobvit turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menggunakan alat pelindung pernapasan ketika kualitas udara memburuk serta menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.

Langkah tersebut dinilai penting karena paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan apabila masyarakat tidak melakukan perlindungan diri, terutama saat harus beraktivitas di kawasan yang terdampak asap.

Di sisi lain, ujarnya, keberadaan posko karhutla menjadi bagian penting dalam penanganan dampak karhutla karena personel yang bertugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menjadi bagian dari respons cepat apabila terjadi kebakaran di lapangan.

Sukron menegaskan kepolisian akan terus mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan guna mencegah meluasnya karhutla yang dapat memperburuk kualitas udara.

"Kami mengajak masyarakat tidak membakar lahan dan segera melaporkan apabila melihat titik api, karena pencegahan jauh lebih baik daripada menunggu dampaknya semakin luas," tuturnya.

Kegiatan yang dipimpin langsung Direktur Pamobvit Polda Kalsel tersebut berlangsung pada Jumat, sejak pukul 13.30 WITA hingga 15.00 WITA dan menjadi bagian dari upaya Polri memberikan perlindungan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah dampak karhutla.

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.