Anggota DPR: Bisik Serayu Festival memperkuat karakter bangsa

Anggota DPR: Bisik Serayu Festival memperkuat karakter bangsa

Jumat, 28 Agustus 2026 16:11 WIB

Image Print

Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menilai Bisik Serayu Festival 2026 tidak sekadar menjadi ajang seni dan budaya, tetapi juga dapat memperkuat karakter bangsa melalui penggalian nilai-nilai luhur masyarakat Banyumas, Jawa Tengah.

"Bisik Serayu Festival ini memuat esensi falsafah Banyumas yang lahir dari tiga pilar utama, yakni Gunung Slamet, Sungai Serayu, dan karakter blakasuta," katanya dalam keterangan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Menurut dia, ketiga pilar tersebut bukan sekadar simbol geografis maupun karakter sosial, melainkan fondasi etika yang dapat menjadi kontribusi Banyumas dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia.

Dia menjelaskan Gunung Slamet mengandung filosofi "gununge mulang kukuh" (gunung mengajarkan kita untuk menjadi kuat) yang mengajarkan keteguhan dan integritas.

Sementara Sungai Serayu melalui filosofi "Serayune mulang mili" (Sungai Serayu itu mengalir) mengajarkan keluwesan, kerukunan, dan keberlanjutan.

Adapun karakter Blakasuta tercermin dalam filosofi "Blakasuta mulang jujur" (Blakasuta mengajarkan kejujuran), yang mengajarkan keberanian menyampaikan kebenaran dengan tetap mengedepankan tata krama.

"Rumusan ini melahirkan manusia Banyumas yang ideal, yakni teguh tanpa angkuh, ngeli tanpa keli, dan blakasuta tanpa gawe lara (tegas tanpa menjadi arogan, penuh perhatian tanpa bersikap kasar, dan terus terang tanpa menyakiti hati)," kata legislator yang akrab disapa Erma itu.

Dia mengatakan nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan ketika diwujudkan melalui kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat secara luas.

Dia menilai perpaduan seni, budaya, lingkungan, dan keterlibatan masyarakat dalam festival tersebut dapat menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian terhadap alam sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Dia berharap kegiatan seperti Bisik Serayu Festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai budaya Banyumas.

"Nilai-nilai luhur yang hidup di masyarakat harus terus dirawat dan ditransformasikan agar menjadi bagian dari karakter generasi mendatang," kata Erma.

Bisik Serayu Festival 2026 yang diinisiasi Rianto Dance Studio akan digelar pada 29-30 Agustus 2026 di tepi Sungai Serayu, Joglo Gayatri, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Festival tersebut mengusung tema "Agresi Budaya" dengan tiga pilar utama, yakni Bisik Air (Svara Tirta), Pijak Bumi (Prajna Pertiwi), dan Temu Rasa (Manunggaling Warga).

Rangkaian kegiatan menghadirkan seniman lokal, nasional, hingga mancanegara dari Prancis, Jepang, Singapura, dan Australia. Salah satu pertunjukan utama adalah Prosesi Manten Gethek yang memadukan seni pertunjukan berbasis air dengan nilai spiritual dan kosmologi Banyumasan.

Baca juga: Bulog Yogyakarta memantau penyaluran bantuan pangan di Banyumas

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.