Dinkes rekomendasikan penghentian operasional SPPG di Tulungagung - ANTARA News Jawa Timur
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merekomendasikan penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo 1 setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SMKN 1 Boyolangu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung Aris Setiawan di Tulungagung, Sabtu, mengatakan pihaknya telah melakukan survei epidemiologi terhadap para siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Hasil survei menunjukkan keluhan yang muncul umumnya berupa mual, nyeri perut dan diare," kata Aris.
Menurut dia, gejala tersebut rata-rata dirasakan siswa pada malam hari atau lebih dari lima jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pada siang hari.
Sebagai bagian dari investigasi, Dinkes mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi siswa dan mengirimkannya ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk pemeriksaan laboratorium.
Selain sampel makanan, petugas juga mengambil sampel air dan feses dari sejumlah siswa terdampak guna memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami.
"Uji sampel itu nanti dalam melakukan investigasi atas kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa SMKN 1 Boyolangu," ujarnya.
Dinkes juga menelusuri aspek penyelenggaraan layanan MBG, termasuk operasional dapur SPPG Pakisrejo 1 yang menjadi pemasok makanan bagi sekolah tersebut.
Aris menjelaskan dapur SPPG Pakisrejo 1 sebelumnya sempat disuspend, karena belum memenuhi persyaratan operasional. Untuk mendukung proses investigasi dan penanganan kasus, Dinkes telah menyampaikan rekomendasi kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung agar operasional dapur dihentikan sementara.
"Saran dari kami, operasional dapur sebaiknya dihentikan lebih dulu, sehingga semua pihak fokus dalam penyelesaian dan penanganan permasalahan ini," kata Aris.
Hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.