Dinas Sosial Kaltim pastikan penerima UEP miliki kompetensi manajerial - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan keluarga rentan penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) memiliki kompetensi manajerial usaha yang mumpuni melalui bimbingan teknis.
"Pembekalan manajerial ini penting agar penerima manfaat tidak sekadar mendapat modal, tetapi mampu mengelola usahanya secara profesional," kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim Saprudin Saida Panda di Samarinda, Selasa.
Penguatan kapasitas pelaku usaha bagi keluarga prasejahtera tersebut diwujudkan, salah satunya melalui penyaluran bantuan modal produktif kepada 100 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur.
Masing-masing keluarga penerima mendapatkan modal senilai Rp2,5 juta yang khusus untuk pembelian bahan baku maupun alat produksi pendukung usaha, seperti bahan pembuatan kue, peralatan masak, hingga sarana pengemasan produk.
"Kami merancang pelatihan ini agar masyarakat penerima bantuan memiliki dasar perencanaan keuangan yang sehat serta strategi pengembangan usaha berkesinambungan," ujarnya.
Pemberian bantuan modal usaha ekonomi produktif tersebut diiringi dengan pendampingan melekat selama enam bulan agar perputaran roda bisnis warga tidak terhenti di tengah jalan.
Para peserta bimbingan yang mayoritas berada pada rentang usia produktif 25 hingga 45 tahun ini juga diberikan materi komprehensif mengenai tata cara pembukuan sederhana.
"Ketahanan ekonomi keluarga bergantung pada inovasi serta keuletan para pelaku usaha dalam melihat peluang pasar di lima kampung dan sekitarnya," kata Panda.
Penyaluran permodalan di wilayah Kutai Timur ini merupakan bagian dari rangkaian distribusi berkelanjutan yang telah disalurkan lebih dari 1.500 penerima manfaat, tersebar di 10 kabupaten dan kota. Selain Kutai Timur, bantuan UEP pada tahun 2026 juga menyasar Kutai Kartanegara, Bontang, Penajam Paser Utara dan Balikpapan, serta secara bertahap disalurkan ke daerah lainnya.
Menurut Panda, antusiasme terlihat dari ratusan peserta pelatihan yang aktif berdiskusi interaktif mengenai kendala maupun potensi pengembangan produk usaha rumahan milik mereka.
"Sinergi pembinaan kuat antara pemerintah provinsi dan daerah akan mempermudah pemantauan kemajuan finansial setiap unit usaha milik keluarga penerima manfaat," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap suntikan modal yang dibarengi peningkatan pengetahuan tersebut dapat menghindarkan sedikitnya 80 persen pelaku usaha kecil dari risiko kegagalan.
Evaluasi berkala terus dilakukan oleh sepuluh pendamping lapangan guna memastikan seluruh modal usaha termanfaatkan sesuai prosedur peruntukannya secara tepat sasaran.
"Kami berharap seluruh bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan harian, sehingga kesejahteraan keluarga akan terangkat secara signifikan," tutur Panda.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.