Defisit Transaksi Berjalan Melebar ke 3,3 Persen PDB di Kuartal II-2026, BI Taksir CAD Setahun Penuh Terkendali di 1,6-2,4 Persen PDB
AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia berada di kisaran 1,6-2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang 2026. Proyeksi ini menjadi perhatian setelah defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 melebar tajam hingga USD12,5 miliar atau setara 3,3% PDB.
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, ketahanan eksternal Indonesia diperkirakan tetap terjaga hingga akhir tahun. Meski demikian, penguatan kondisi eksternal masih diperlukan untuk menjaga stabilitas perekonomian.
"Ke depan ketahanan eksternal tetap kuat dengan perkiraan transaksi berjalan defisit 2,4% hingga 1,6% pada 2026," kata Destry dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Kenaikan Harga Minyak Dunia Jadi Tekanan Baru APBN dan Transaksi Berjalan
Berdasarkan data yang disampaikan, defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 mencapai USD12,5 miliar atau 3,3% dari PDB. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuartal I-2026 yang mencatat defisit USD3,6 miliar atau 1% dari PDB.
Pelebaran defisit tersebut menunjukkan tekanan pada transaksi berjalan meningkat pada kuartal II-2026. Namun, proyeksi BI untuk keseluruhan tahun masih berada di kisaran 1,6-2,4% terhadap PDB.
Di sisi lain, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) juga masih menjadi perhatian bank sentral. Pada kuartal II-2026, NPI mencatat defisit USD900 juta, lebih kecil dibandingkan defisit USD9,1 miliar pada kuartal I-2026.
Destry menegaskan penguatan NPI tetap diperlukan untuk menjaga ketahanan eksternal Indonesia di tengah dinamika perekonomian global. "Kinerja NPI masih perlu diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal," jelasnya.
Perkembangan transaksi berjalan dan NPI menjadi indikator penting untuk mencermati kondisi eksternal Indonesia.
Ke depan, realisasi kedua indikator tersebut akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah ketahanan eksternal tetap sejalan dengan proyeksi BI sepanjang 2026.