Damkarmat Mataram mencatat peningkatan kebakaran di lahan kosong
Mataram (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat peningkatan signifikan pada kasus bencana kebakaran lahan kosong di Kota Mataram selama musim kemarau di bulan Agustus 2026.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram H Rudi Suryawan di Mataram, Rabu, menyebutkan, peristiwa kebakaran lahan kosong yang dipadamkan oleh timnya sepanjang bulan Agustus 2026 sebanyak sembilan kejadian.
"Sampai dengan kemarin, ada sembilan titik lahan kosong yang sudah kami padamkan. Sementara di bulan Juli hanya satu titik, tapi Agustus ini naik menjadi sembilan titik," katanya.
Dikatakan, fenomena tersebut dipicu musim kering serta kebiasaan masyarakat membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok sehingga pemicu utama kebakaran di lahan kosong rata-rata disebabkan oleh kelalaian warga.
Seperti pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga lemparan puntung rokok yang masih menyala. Akibatnya tiupan angin kencang di musim kering semakin mempercepat penyebaran kobaran api.
Selain lahan kosong, katanya, Damkarmat Kota Mataram juga menangani sejumlah kasus kebakaran objek lain selama periode Agustus.
Di antaranya tiga lokasi ruko, warung, dan kafe, serta tiga lokasi rumah tinggal, hingga bangunan berugak di area permukiman warga.
Kasus kebakaran terbaru, petugas Damkarmat juga baru saja melakukan penanganan kebakaran yang menghanguskan dua unit gudang penyimpanan alat musik di kawasan Sindu, Cakranegara.
Menyikapi tren kenaikan itu, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi imbauan Wali Kota Mataram terkait kewaspadaan potensi bencana akibat dampak El Nino.
Terutama poin tidak membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, dan waspada potensi bahaya arus pendek (korsleting) listrik di pemukiman padat maupun kawasan perumahan.
"Selain sampah dan puntung rokok, arus pendek juga menjadi salah satu pemicu kebakaran," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026