Dalam Kondisi Memprihatinkan, 30 Singa dan Harimau Diselamatkan dari Kebun Binatang Argentina
Operasi penyelamatan ini dikoordinasikan oleh Four Paws, organisasi internasional yang bergerak di bidang perlindungan hewan. Four Paws menyebut relokasi tersebut sebagai salah satu pemindahan terbesar singa dan harimau yang pernah dilakukan dari fasilitas penangkaran.
“Kami melakukan segala upaya agar proses ini berjalan sebaik mungkin sehingga kita dapat merayakan bahwa 30 kehidupan telah menjadi lebih baik berkat upaya ini,” kata Luciana D’Abramo, direktur program Four Paws.
15 Singa dan Harimau Dibawa ke Afrika Selatan
Dari 30 satwa yang diselamatkan, sebanyak 9 harimau dan 6 singa akan diterbangkan menuju Lionsrock, suaka margasatwa milik Four Paws di Afrika Selatan.
Lionsrock menjadi rumah bagi lebih dari 80 satwa karnivora besar yang hidup di kawasan seluas sekitar 60 hektare dengan habitat yang dirancang menyerupai lingkungan alami.
Sementara itu, 8 harimau dan 7 singa lainnya akan dikirim ke The Wild Animal Sanctuary di Colorado, Amerika Serikat.
Suaka tersebut berada di kawasan padang rumput luas di timur laut Denver dan menjadi tempat perlindungan bagi berbagai satwa yang diselamatkan, termasuk singa dan harimau.
Perjalanan Menuju Suaka Tidak Mudah
Pemindahan puluhan satwa besar tersebut bukan operasi sederhana.
Kelompok yang menuju Colorado harus melakukan perjalanan melalui Chile sebelum mencapai Amerika Serikat. Sementara itu, kelompok yang menuju Afrika Selatan akan diterbangkan ke Johannesburg melalui Frankfurt atau Amsterdam, kemudian melanjutkan perjalanan darat selama sekitar empat jam menuju Lionsrock.
Para petugas Four Paws sebelumnya melatih banyak singa dan harimau agar mau masuk ke dalam peti transportasi secara sukarela.
Namun, tidak semua satwa dapat dipindahkan dengan cara tersebut.
Beberapa di antaranya harus diberikan obat penenang. Dua harimau bahkan harus diangkat menggunakan sling berbahan kanvas dan dibawa secara manual menuju peti transportasi pada Jumat.
Pernah Jadi Kebun Binatang Kontroversial
Bekas Kebun Binatang Luján, yang berjarak sekitar 70 kilometer sebelah barat laut Buenos Aires, pernah terkenal karena membolehkan pengunjung berinteraksi langsung dengan singa dan harimau.
Pengunjung bahkan dapat menyentuh dan berfoto bersama satwa-satwa tersebut.
Namun, praktik itu kemudian memicu kekhawatiran mengenai keselamatan manusia sekaligus kesejahteraan hewan.
Pemerintah Argentina akhirnya menutup Kebun Binatang Luján pada 2020.
Saat ditutup, sekitar 200 satwa karnivora besar disebut masih berada di lokasi tersebut. Ketika Four Paws pertama kali datang pada 2023 untuk mencari solusi bagi para satwa, jumlahnya telah turun menjadi sekitar 112 ekor.
Dua tahun kemudian, ketika organisasi tersebut mendapat izin mengambil alih pengelolaan lokasi, hanya tersisa 62 singa dan harimau.
Kondisi Satwa Sangat Memprihatinkan
Tim penyelamat menemukan sejumlah singa dan harimau dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Beberapa bahkan mengalami kesulitan berjalan akibat obesitas, kehilangan massa otot, dan kekurangan nutrisi.
Satwa lainnya mengalami berbagai penyakit, termasuk gangguan gigi dan ginjal, komplikasi akibat pencabutan kuku, serta luka yang tidak pernah sembuh dengan baik.
“Kondisi itu saja menunjukkan tingkat kepadatan yang terjadi dan kondisi yang harus ditanggung hewan-hewan ini selama bertahun-tahun,” kata D’Abramo.
Four Paws kemudian mulai melakukan perubahan terhadap sistem perawatan satwa di lokasi tersebut.
Para pekerja lama kebun binatang dilatih kembali menggunakan standar kesejahteraan hewan modern. Pola makan dan perawatan medis para singa serta harimau juga diperbaiki.
Puluhan Satwa Masih Menunggu Diselamatkan
Relokasi 30 singa dan harimau tersebut belum mengakhiri misi penyelamatan di bekas Kebun Binatang Luján.
Lebih dari 20 singa dan harimau masih berada di lokasi tersebut.
Four Paws kini terus mencari tempat tinggal permanen yang sesuai bagi mereka.
Bagi organisasi tersebut, pemindahan ini bukan sekadar perjalanan lintas benua. Operasi tersebut merupakan upaya memberikan kesempatan bagi satwa-satwa yang selama bertahun-tahun hidup dalam lingkungan penangkaran penuh keterbatasan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak di habitat yang jauh lebih luas.
Dari kandang beton sempit di Argentina, puluhan singa dan harimau kini memulai perjalanan menuju suaka margasatwa di Afrika Selatan dan Amerika Serikat, tempat mereka diharapkan dapat menghabiskan sisa hidup dengan ruang gerak dan perawatan yang jauh lebih baik.
Sumber: Madison Courier