◐

China Investasi USD20,7 Miliar di KEK RI Tapi Belum Maksimal Soal Transfer Teknologi

Esha Tri Wahyuni

| 11 Oktober 2026, 13:11 WIB

China Investasi USD20,7 Miliar di KEK RI Tapi Belum Maksimal Soal Transfer Teknologi

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Ali Murtopo Simbolon

AKURAT.CO Investasi di KEK Indonesia mencapai USD20,7 miliar. Kehadiran perusahaan China membuka peluang industrialisasi, tetapi transfer teknologi dan nilai tambah bagi industri lokal menjadi tantangan.

Investasi perusahaan asal China di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia menjadi salah satu peluang untuk mempercepat industrialisasi dan pengembangan teknologi nasional.

Namun, tantangannya bukan hanya menarik modal asing, melainkan memastikan investasi tersebut turut memperkuat kapasitas industri dalam negeri, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Investasi Rp710 Miliar di KEK Kendal, PT HSG Bidik Pasar Ekspor

Hingga kuartal II-2026, sebanyak 97 dari total 481 badan usaha yang beroperasi di KEK Indonesia merupakan perusahaan asal China. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20% dari seluruh badan usaha di kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare. Kawasan-kawasan tersebut telah mencatat investasi kumulatif sekitar USD20,7 miliar dan menyerap lebih dari 283 ribu tenaga kerja.

Besarnya investasi dan keterlibatan perusahaan China membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas basis industri, memperkuat rantai pasok, serta mengembangkan sektor berbasis teknologi.

Namun, manfaat jangka panjangnya juga bergantung pada sejauh mana investasi tersebut terhubung dengan perusahaan lokal, lembaga pendidikan, dan kegiatan riset di dalam negeri.

Perspektif tersebut mengemuka dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari Indonesia, China, dan Asia Tenggara untuk membahas kerja sama pendidikan tinggi, industri, inovasi, energi, dan konektivitas regional.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Ali Murtopo Simbolon mengatakan, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi ruang kolaborasi akademik dan industri di tengah persaingan global.