BYD Luncurkan Flash Charging di Indonesia, Mengapa Bisa Isi Baterai Mobil EV Penuh dalam 9 Menit? |Republika Online
Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah (kiri) bersama Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li saat peluncuran resmi Flash Charging dan Blade Battery generasi kedua di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengisian daya menjadi salah satu tantangan utama dalam penggunaan mobil listrik. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai masih menjadi pertimbangan bagi pengendara, terutama ketika melakukan perjalanan jarak jauh.
Menjawab permasalahan ini, BYD mengembangkan teknologi Flash Charging yang memangkas waktu pengisian daya secara signifikan melalui kombinasi pengisi daya berdaya tinggi dan baterai Blade generasi kedua. Setelah diluncurkan di China pada Maret 2026, teknologi ini resmi dihadirkan di Indonesia dalam acara peluncuran resmi di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).
Dalam kondisi lingkungan normal, teknologi tersebut diklaim mampu mengisi daya baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit. Sementara itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen membutuhkan waktu sekitar sembilan menit.
"Mengapa 97 bukan 100? Karena kami memberikan ruang untuk regenerative braking," kata Ubaedilah, Head of Aftersales BYD Motor Indonesia.
Kecepatan tersebut tidak hanya bergantung pada besarnya daya yang disalurkan melalui perangkat pengisi daya. BYD merancang flash charging agar bekerja bersama Blade Battery generasi kedua, yang memiliki struktur internal untuk mempercepat perpindahan ion lithium. Keduanya menjadi bagian dari sistem yang dirancang untuk mempercepat pengisian sekaligus mengendalikan panas yang muncul selama proses berlangsung.
Cara kerja
Salah satu faktor utama yang memungkinkan pengisian berlangsung cepat adalah kemampuan flash charger menyalurkan daya hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor. Daya sebesar itu memungkinkan energi masuk ke baterai dalam waktu singkat, selama baterai dan sistem kendaraan mampu menerima pasokan sesuai kebutuhan.
Namun, daya pengisi yang besar saja tidak cukup. Baterai juga harus mampu menerima energi dengan cepat tanpa menghasilkan panas berlebihan atau mengalami penurunan kinerja.
Di sinilah peran Blade Battery generasi kedua. BYD mengembangkan baterai tersebut untuk mempercepat perpindahan ion lithium di dalam sel baterai, sekaligus mengurangi hambatan listrik internal. Semakin kecil hambatan tersebut, semakin efisien proses pengisian dan semakin mudah panas dikendalikan sejak dari sumbernya.
Dengan kata lain, flash charger bertugas menyediakan daya besar, sedangkan Blade Battery generasi kedua dirancang agar mampu menerima dan menyimpan energi dengan lebih cepat. Keduanya harus bekerja secara selaras untuk mencapai waktu pengisian yang diklaim BYD.