Bulog Banyumas pastikan stok cukup untuk tambahan bantuan pangan

Bulog Banyumas pastikan stok cukup untuk tambahan bantuan pangan

Kamis, 10 September 2026 15:44 WIB

Image Print

Penyaluran bantuan pangan yang dilakukan Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas di Balai Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-Bulog Banyumas

Purwokerto (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, cukup untuk mendukung penyaluran tambahan bantuan pangan pada Oktober, November, dan Desember.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, mengaku masih menunggu petunjuk teknis dan penugasan resmi pemerintah terkait tambahan alokasi bantuan pangan tersebut.

"Informasi terakhir, Bulog mempersiapkan bantuan pangan lagi untuk Oktober, November, dan Desember. Jadi bukan perpanjangan, tetapi penambahan alokasi selanjutnya," kata dia menjelaskan.

Ia mengatakan pemberitaan yang menyebut bantuan pangan diperpanjang perlu diluruskan karena alokasi Oktober hingga Desember merupakan tambahan setelah penyaluran alokasi Juli-September yang disalurkan pada Agustus dan September.

Menurut dia, sejumlah hal teknis masih menunggu kepastian, termasuk jumlah penerima bantuan yang kemungkinan tetap, bertambah, atau berkurang.

"Intinya, semuanya kita menunggu jika memang ada penugasan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember. Mungkin ada aturan baru, penambahan, dan segala macam," katanya.

Ia menegaskan Bulog Banyumas siap melaksanakan penyaluran apabila penugasan telah diterbitkan. Dari sisi ketersediaan, stok beras dinilai mencukupi.

"Kalau secara prinsip stok dan lain-lain, kita siap. Stoknya cukup," katanya.

Ia menjelaskan Bulog berperan sebagai penyedia beras sekaligus melakukan distribusi sesuai penugasan pemerintah.

Akan tetapi, kata dia, data penerima dan ketentuan alokasi bukan ditetapkan Bulog.

"Data itu bukan wilayah Bulog. Ibaratnya Bulog sekadar penyedia barang dan distribusi," katanya.

Sebelumnya, Prawoko mengatakan stok beras Bulog Banyumas saat ini sekitar lebih dari 76 ribu ton setara beras dan masih bertambah melalui penyerapan, meskipun sebagian dikeluarkan untuk penyaluran bantuan pangan.

"Stok kita masih di angka sekitar 76 ribuan ton setara beras. Ini masih terus bertambah dengan adanya penyerapan, juga ada yang keluar untuk penyaluran bantuan pangan," katanya di Purwokerto, Senin (31/8).

Pihaknya juga terus melakukan pengadaan cadangan pangan pemerintah dengan target 72.312 ton setara beras pada 2026 dan hngga saat ini realisasinya lebih dari 67.000 ton.

Di sisi lain, Bulog Banyumas mempercepat penyaluran bantuan pangan Juli, Agustus, dan September di Banyumas Raya dengan total pagu 26.589.150 kilogram untuk 886.305 penerima bantuan pangan, masing-masing menerima 30 kilogram atau 10 kilogram per bulan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk bantuan beras kepada 33,2 juta keluarga miskin atau kurang mampu sepanjang kuartal empat (Q4) tahun 2026.

“Anggarannya sekitar Rp17 triliun (untuk bantuan beras selama tiga bulan),” kata Menko Airlangga dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut dia, hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan berbagai program bantuan untuk masyarakat.

Bantuan yang akan dilanjutkan hingga Oktober, November dan Desember 2026 ini diberikan kepada 33,2 juta keluarga kategori desil 1 sampai dengan desil 4 sebanyak 10 kilogram untuk per keluarga per bulan.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.