Bukan Cuma Telur dan Ikan, Bekicot Kini Dilirik untuk Cegah Stunting
Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengembangkan sumber pangan lokal, termasuk protein hewani, untuk membantu mengatasi persoalan gizi dan stunting di daerah tertinggal. Salah satu upaya yang dicoba adalah mengolah bekicot sebagai alternatif pangan bagi anak-anak di Sumba Barat.
Baca Juga
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo mengatakan, bekicot mulai diperkenalkan kepada anak-anak meskipun bahan pangan tersebut tidak lazim dikonsumsi secara tradisional oleh masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Di Sumba Barat, kami untuk pencegahan stunting mencoba mengolah bekicot dan sebagainya. Walaupun secara tradisional mereka tidak makan bekicot, tapi anak-anak suka. Nah, ini yang kami coba kembangkan," kata Samsul secara daring di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Menurut Samsul, pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu pendekatan untuk mengatasi persoalan ketahanan pangan dan gizi di wilayah tertinggal. Pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan bahan pangan sumber karbohidrat.
“Isu terbesarnya adalah protein hewan,” kata Samsul.
Baca Juga
Ia menilai ketersediaan protein hewani masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan di sejumlah daerah tertinggal. Karena itu, pengembangan sumber pangan alternatif diperlukan untuk memperluas pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Contoh pengolahan bekicot di Sumba Barat menjadi salah satu upaya yang dicoba untuk mengenalkan sumber pangan berbeda kepada anak-anak. Meski tidak menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat setempat, bekicot mendapat respons positif dari anak-anak setelah diolah.
Upaya pencegahan stunting berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, termasuk kecukupan protein hewani. Pengembangan pangan lokal juga diharapkan bisa membantu masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi. (Ant)
BKKBN Dan Astra Pede Angka Stunting Bisa Berkurang Berkat Program Genting
Isyana mengapresiasi keterlibatan Astra sebagai orang tua asuh dalam program Genting. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha jadi penurunan angka stunting.
VIVA.co.id
12 Oktober 2026