BPS catat lebih dari separuh pekerja Kaltim bekerja di sektor formal - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat lebih dari separuh penduduk bekerja di daerah tersebut telah terserap dalam kegiatan formal pada Mei 2026, seiring dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang relatif stabil.
Kepala BPS Provinsi Kaltim Mas’ud Rifai di Samarinda, Rabu, mengatakan jumlah penduduk yang bekerja pada usaha formal mencapai 1.119.357 orang atau 55,61 persen dari total penduduk bekerja. Porsi pekerja formal tersebut meningkat 0,16 persen poin dibandingkan kondisi Februari 2026.
Sementara itu, TPT Kaltim pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,24 persen, turun tipis 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen.
"Pada Mei 2026, TPT mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin dibandingkan kondisi Februari 2026 yang sebesar 5,27 persen," kata Mas’ud.
Ia menjelaskan angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang yang termasuk dalam angkatan kerja di Kaltim, sekitar lima hingga enam orang belum mendapatkan pekerjaan.
Berdasarkan lapangan pekerjaan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kaltim dengan porsi 19,01 persen atau sekitar 382.753 orang.
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap tenaga kerja terbesar berikutnya dengan porsi 17,40 persen atau sekitar 350.245 orang.
Adapun sektor real estat memiliki porsi paling kecil dalam struktur penduduk bekerja, yakni 0,76 persen atau sekitar 15.218 orang.
BPS juga mencatat adanya perbedaan perkembangan tingkat pengangguran antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
TPT perkotaan pada Mei 2026 tercatat 5,42 persen, turun 0,40 persen poin dibandingkan Februari 2026. Sebaliknya, TPT perdesaan mencapai 4,77 persen atau meningkat 1,01 persen poin pada periode yang sama.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 5,57 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 4,65 persen.
Sementara berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, TPT tertinggi pada Mei 2026 terdapat pada penduduk dengan pendidikan terakhir sekolah menengah pertama (SMP), yakni 7,93 persen.
TPT terendah terdapat pada kelompok penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah sebesar 1,17 persen.
Dalam periode November 2025 hingga Mei 2026, BPS mencatat kecenderungan penurunan TPT pada kelompok lulusan SD ke bawah dan sekolah menengah kejuruan (SMK), sedangkan tingkat pengangguran pada jenjang pendidikan lainnya bergerak fluktuatif.
Selain meningkatnya porsi pekerja formal, indikator pemanfaatan tenaga kerja juga menunjukkan perubahan. Persentase pekerja setengah penganggur turun 0,22 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu berkurang 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.