BPBD Bantul distribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan
BPBD Bantul distribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan
Selasa, 21 Juli 2026 18:52 WIB
Petugas BPBD mengisi air bersih ke dalam ember milik warga di Kelurahan Singkup, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (20/7/2026). BPBD Kota Tasikmalaya mendistribusikan sebanyak 15.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan akibat musim kemarau di Kelurahan Singkup, Sukanegara, dan Sukamanah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr
Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah mendistribusikan sebanyak 250.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan bersama sejumlah instansi terkait di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Selasa, mengatakan distribusi tersebut dilakukan selama periode 20 Juni hingga 20 Juli 2026 dengan total 50 truk tangki atau setara 250.000 liter air bersih.
"Rincian penyalurannya yaitu BPBD sebanyak 11 tangki, PMI 14 tangki, Tagana 13 tangki, dan donasi sebanyak 12 tangki," kata Mujahid.
Menurut dia, bantuan air bersih telah disalurkan ke lima kapanewon yang mencakup tujuh kelurahan dan sembilan padukuhan dengan total 326 kepala keluarga (KK) atau 1.489 jiwa penerima manfaat.
"Total penerima manfaat ada sebanyak 326 kepala keluarga atau 1.489 warga," ujarnya.
Ia merinci lima kapanewon yang telah menerima distribusi air bersih, yakni Kapanewon Pajangan, Piyungan, Dlingo, Imogiri, dan Pundong.
"Pajangan sebanyak 19 tangki, Piyungan empat tangki, Dlingo 17 tangki, Imogiri lima tangki, dan Pundong lima tangki," katanya.
Menurut dia, wilayah yang paling terdampak kekeringan saat ini berada di Kapanewon Pajangan dan Dlingo, yang juga menjadi daerah dengan distribusi air bersih terbanyak.
"Pajangan sebanyak 95 ribu liter dan Dlingo sebanyak 85 ribu liter," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas, sebagian besar sumber mata air dan sumur di kedua wilayah tersebut telah mengering sehingga masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Namun demikian, kata dia, hingga saat ini BPBD Bantul belum menerima laporan dampak kekeringan pada sektor lain, seperti pertanian maupun kesehatan.
"Sumber mata air dan sumur di beberapa wilayah sudah banyak yang kering, sejauh ini baru terjadi kekurangan air, sedangkan untuk sektor kesehatan maupun pertanian belum ada laporan yang masuk," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026