◐

BP BUMN: reaktivasi jalur KA upaya pemerataan transportasi di Indonesia

Parik Malintang (ANTARA) - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengatakan reaktivasi jalur kereta api (KA) di Sumatera Barat (Sumbar) dengan nilai anggaran mencapai Rp11 triliun sebagai upaya pemerataan moda transportasi tersebut di seluruh wilayah Indonesia.

"Pemerintah berkomitmen transportasi publik harus ditingkatkan kualitasnya dan begitu juga aksesnya," kata Dony Oskaria saat Pencanangan Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumbar yang dilaksanakan di Kereta Api Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan kereta api diharapkan menjadi pilihan transportasi publik bagi masyarakat sehingga jalurnya dilakukan reaktivasi, tidak saja di Sumbar namun juga di seluruh wilayah di Indonesia.

"Ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo, yaitu terjadi peningkatan kualitas transportasi publik di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Ia menyampaikan tantangan dalam reaktivasi jalur kereta api di Sumbar yaitu banyak rumah yang dibangun di jalur rel kereta api. Namun ia meminta pemerintah daerah dapat membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar reaktivasi dapat berjalan lancar.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan reaktivasi tersebut merupakan perintah dari Presiden langsung untuk melakukan pemerataan layanan kereta api di seluruh Indonesia.

"Kami mendapatkan perintah beberapa kali dari Presiden untuk melakukan pemerataan layanan kereta api di Indonesia," kata dia.

Ia mengatakan hal tersebut karena saat ini jalur kereta api aktif di Pulau Jawa telah mencapai 7.000 kilometer sedangkan rel moda transportasi darat tersebut di luar Jawa masih kurang dari 1.000 kilometer padahal populasinya 50:50 persen.

Ia menyebutkan panjang rel kereta api aktif di Sumatra sekitar 900 kilometer sedangkan Sumbar saat ini hanya sekitar 84 kilometer padahal sebelumnya di daerah itu memiliki panjang rel 280-an kilometer.

Ia menyampaikan rencananya reaktivasi jalur rel kereta api dari Kayu Tanam ke Padang Panjang dengan panjang 15,3 kilometer pada awal 2027 atau setelah seluruh kajian selesai.

Jalur tersebut merupakan bagian dari reaktivasi jalur rel kereta api tahap pertama yang dilakukan di Sumbar. Target reaktivasi jalur rel kereta yang menelan anggaran sekitar Rp11 triliun tersebut ditargetkan selesai tiga hingga empat tahun ke depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan reaktivasi jalur kereta api di Sumbar tidak saja hingga Padang Panjang, namun sampai Solok, dan Sawahlunto.

"Harapannya tidak sampai Sawahlunto, namun juga sampai Sijunjung. Ini menyesuaikan dengan undang-undang yang baru terkait pembatasan truk," ujar dia.

Tahap kedua akan dilanjutkan dari Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Limbanang atau perbatasan dengan Riau, kata dia.

Ia menyampaikan pemerintah saat ini tidak saja memfokuskan pembenahan pada kereta api namun juga tol dan jalan nasional agar logistik dan mobilitas masyarakat berjalan lancar sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah.