BNN cegah penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan budaya Sunda - ANTARA News Megapolitan
Kota Bandung (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda melalui pendekatan budaya Sunda, salah satunya melalui kegiatan Pasanggiri Agung Kawih Sinom di Gedung Pusat Kebudayaan, Kota Bandung.
Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol. Tantan Sulistyana mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda berusia 15 hingga 24 tahun.
“Kita harapkan anak remaja ini bisa berkreasi, menyampaikan pesan-pesan positif bahwa narkoba ini sangat berbahaya,” kata Tantan di Bandung, Senin.
Menurut Tantan, salah satu kelompok yang menjadi sasaran adalah generasi muda pengguna rokok elektrik atau vape. Modus penyalahgunaan dilakukan dengan memasukkan zat narkotika ke dalam cairan rokok elektrik sehingga sulit dibedakan dari cairan vape biasa.
Ia mencontohkan pengungkapan kasus di Sidoarjo berupa ganja bagian bunga yang diekstrak menjadi cairan. Selain itu, terdapat penyelundupan ketamin yang diekstrak dalam bentuk cair serta etomidate cair.
“Karena sekarang anak muda kan banyak menggunakan rokok elektrik, ya, di tempat-tempat kafe dan sebagainya. Kita tidak bisa memantau, misalkan, yang bisa membedakan mereka menggunakan vape murni dengan diisi narkotika, bisa bedakan enggak? Karena kan ada varian rasa, ter-cover oleh varian rasa,” katanya.
Tantan meminta seluruh elemen masyarakat turut meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkotika tersebut.
Ia berharap kegiatan berbasis seni dan budaya seperti Pasanggiri Agung Kawih Sinom dapat memperkuat ketahanan generasi muda terhadap penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan Kawih Sinom memuat pesan dan nasihat mengenai bahaya serta dampak negatif penyalahgunaan narkotika.
“Jadi, itu nasihat kepada anak-anak, remaja, pemuda agar jauh dari narkoba,” ujar Pudjo.
Ia mengatakan Pasanggiri Agung Kawih Sinom yang mengusung tema “Narkoba Musuh Bangsa” itu diharapkan dapat menanamkan nilai dan pesan antinarkoba kepada generasi muda di Jawa Barat.
“Nilai yang sangat mendalam kepada anak-anak kita di Jawa Barat, mulai dari SD, SMP, SMA agar tidak mendekati narkoba. Narkoba itu menghabiskan harta, merusak pikiran dan membuat linglung,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.