BMKG Supadio catat sebanyak 2.434 titik panas di Kalbar - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - BMKG Supadio Pontianak mendeteksi 2.434 titik panas di Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir dan memperingatkan potensi kebakaran hutan serta lahan yang tinggi selama sepekan ke depan.

"Untuk titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir terdeteksi sebanyak 2.434 titik panas," kata Prakirawan BMKG Supadio Noven di Sungai Raya, Kamis.

Noven mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh pihak karena Kalimantan Barat diprakirakan masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar pada periode 3-9 September 2026.

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Kalimantan Barat pada Kamis didominasi cuaca cerah berawan dan berawan yang disertai kabut asap sejak pagi hingga malam hari.

Menurut Noven, angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan berkisar 10 hingga 35 kilometer per jam.

Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 22 hingga 37 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 40 hingga 95 persen.

"Kami prakirakan cuaca di wilayah Kalimantan Barat pada hari ini akan didominasi cuaca berawan dengan diselimuti kabut asap pada pagi hingga malam hari nanti," tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan suhu udara dan berkurangnya potensi hujan yang dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan prakiraan tingkat kemudahan terbakar, sebagian wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kondisi mudah hingga sangat mudah terbakar hingga 9 September 2026.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca dan kekeringan dapat mempercepat penyebaran kebakaran.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi titik panas melalui aplikasi Info BMKG, laman resmi BMKG Kalbar, maupun media sosial resmi lembaga tersebut.

"Peningkatan kewaspadaan diperlukan sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya karhutla dan menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengingatkan pembakaran lahan dapat berdampak luas hingga merugikan ribuan warga melalui ancaman asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

"Tolonglah, karena kasihan gara-gara membakar lahan, yang korban ribuan orang. Bahaya asap dan lain sebagainya, penerbangan juga nggak bisa karena ini dekat dengan bandara," katanya.

Menurut Norsan, luasnya lahan gambut, medan yang sulit, dan hembusan angin menjadi tantangan bagi petugas dan relawan dalam mengendalikan kebakaran.

"Hari ini kita lihat di Sekunder C ini terjadi kebakaran tanah gambut. Cukup luas lahan gambut di sini, sehingga pemadam juga kewalahan memadamkannya. Sudah dua hari memadamkan di sini," ujarnya.

Pewarta: Rendra Oxtora dan Sucia Lucinda
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.