Biaya Kemasan Rp 6 Ribu Picu Protes, Pelanggan Minta Penjual Transparan

Jakarta -

Seorang pelanggan merasa tak terima ketika ditagih biaya kemasan Rp 6 ribu. Kekesalannya muncul karena penjual tidak memberitahunya di awal.

Harga bahan baku naik, termasuk biaya plastik dan kemasan, membuat beberapa penjual makanan mengubah harga dan regulasi mereka. Sebagian penjual mungkin langsung menambahkan biaya tersebut ke harga makanan, sehingga tanpa disadari harga makanan meningkat.

Namun ada juga yang menagih biaya terpisah. Harga makanan tetap sama, tetapi pelanggan diminta membayar tambahan biaya untuk kemasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, banyak penjual yang menagih biaya tambahan secara tiba-tiba. Mereka baru memberi informasi di akhir ketika makanan sudah dibuat. Hal seperti ini kerap membuat pelanggan kesal dan kecewa, seperti yang terjadi baru-baru ini.

Dalam unggahan Facebook, seorang pelanggan yang tidak diketahui namanya mengungkap jika ART (Asisten Rumah Tangga) nya membeli makan di sebuah warung dekat Aljunied Medical Centre, Singapura.

ART itu minta agar makanan tersebut dikemas dalam kemasan takeaway karena mau dibawa pulang. Hal yang menjadi masalah adalah ART tersebut dikenakan biaya 50 sen atau sekitar Rp 6.945 untuk kemasan makan takeaway, lapor theindependent.sg (17/7).

Biaya Kemasan Rp 6 Ribu Picu Protes, Pelanggan Minta Penjual TransparanPenjual di warung menagih biaya tambahan untuk biaya bungkus takeaway ini. Foto: Facebook.com/COMPLAINT SINGAPORE)

Dalam unggahan ini, pelanggan tersebut berpendapat agar warung makan menetapkan harga seragam untuk wadah makanan bawa pulang.

"Saya pikir seharusnya ada harga standar untuk kotak makanan bawa pulang daripada membiarkan penjual mengambil keuntungan berlebihan," ujarnya.

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari netizen.Salah satu netizen mengatakan bahwa wadah makanan untuk dibawa pulang dulunya dikenakan biaya sekitar 30 sen (Rp 4,163) saja, tetapi saat ini memang beberapa warung mengenakan biaya 50 sen (Rp 6.945) atau bahkan 1 SGD (Rp 13.872).

"Sekarang ini tidak ada yang gratis. Semuanya dikenakan biaya sesuai kebutuhan," ujar netizen lain.

Beberapa orang menyarankan agar pengunjung restoran membawa wadah sendiri untuk menghindari biaya tambahan.

"Bawalah wadah bersih yang dapat digunakan kembali, itu yang terbaik. Anda yang menentukan biayanya, dan Anda menyelamatkan lingkungan dengan meminimalkan penggunaan wadah sekali pakai," jelas netizen itu.

Biaya Kemasan Rp 6 Ribu Picu Protes, Pelanggan Minta Penjual TransparanMasalah tambahan biaya kemasan takeaway memang masih menjadi perdebatan di Singapura. Foto: Facebook.com/COMPLAINT SINGAPORE)

Netizen ini menjelaskan jika beberapa wadah bisa dicuci bersih dengan sabun lalu disterilasiskan dengan air mendidih. Hal ini membuatnya bisa digunakan 2-3 kali sebelum dibuang.

Sayangnya, menurut sebagian netizen, beberapa warung makan tidak menerima wadah makanan dari pelanggan untuk pesanan takeaway.

Seperti netizen ini yang mengungkap, "Pedagang kaki lima tidak menerima wadah sendiri, alasannya wadah sendiri mungkin terkontaminasi.... Itu omong kosong."

Ada juga netizen yang tidak masalah jika harus bayar, tetapi ia meminta penjual untuk tidak mengambil untung sendiri dengan cara seperti itu.

Di tengah kondisi harga bahan baku yang serba meningkat, mungkin tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan penjual makanan selain menaikkan harga atau menagih biaya tambahan. Namun, transparasi penting diterapkan untuk membantu menghindari argumen yang dapat menyebabkan masalah lebih serius.

(aqr/adr)