◐

BI rilis tiga program unggulan ekonomi dan keuangan syariah di ISEF

BI rilis tiga program unggulan ekonomi dan keuangan syariah di ISEF

Rabu, 14 Oktober 2026 16:35 WIB

Image Print

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berfoto bersama sejumlah pemangku kepentingan dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melalui gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 meluncurkan tiga program unggulan pada sektor ekonomi dan keuangan syariah yang menyasar penguatan pasar keuangan syariah, tata kelola zakat, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Ketiganya antara lain Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 (Zakat Core Principles/ZCP), serta program beasiswa internasional bagi mahasiswa asing.

“Ini adalah bentuk sinergi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama dengan kementerian, lembaga, asosiasi, dan pihak-pihak lainnya termasuk pesantren, sehingga kita bersama-sama bisa terus mengembangkan ekonomi keuangan syariah dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam pembukaan ISEF 2026 di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, ICoC merupakan pedoman transaksi pasar keuangan syariah yang disusun oleh Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) serta Indonesia Islamic Global Market Association (IIGMA) bersama BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar

Sementara Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat adalah indeks hasil pembaruan BAZNAS dan BI dengan penambahan dimensi manajemen risiko untuk memperkuat tata kelola zakat.

Adapun program beasiswa internasional ditujukan untuk mendukung pendidikan bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah, sekaligus mencetak SDM unggul, mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) secara produktif, serta memperluas pengenalan ekonomi syariah.

“Kenapa ada membiayai mahasiswa asing? Karena banyak sekali mahasiswa asing ingin belajar tentang syariah di Indonesia. Karena itu, BI bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama,” kata dia.

Destry mengatakan, tahun ini menandai penyelenggaraan ISEF yang ke-13. Pada tahun ini, ISEF menghadirkan tiga kebaruan, yaitu kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, pemanfaatan teknologi digital immersive, serta perluasan partisipasi lintas generasi dan negara.

Salah satu inisiatif untuk menjangkau generasi muda adalah kompetisi digital Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH) dan ISEF World Island di platform Roblox, yang memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah melalui ruang digital yang akrab bagi mereka.

ISEF ke-13 diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Rangkaian acara melibatkan mitra ekonomi dan keuangan syariah domestik dan internasional serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal.

Penyelenggaraan ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring yang mempertemukan pelaku usaha dari hulu ke hilir.

Kegiatan tersebut mencakup business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.

Sebelumnya, rangkaian menuju ISEF telah dimulai pada Juni–September 2026 melalui Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) di tiga wilayah, yakni Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026