BI: Peran kredit bank dalam mendukung ekonomi RI terus meningkat

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi terus meningkat, dengan kredit yang tumbuh lebih tinggi dari 11,51 persen (year on year/yoy) pada Mei 2026 menjadi 12,67 persen (yoy) pada Juni 2026.

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juni 2026 masing-masing tumbuh sebesar 24,90 persen (yoy), 8,94 persen (yoy), dan 5,75 persen (yoy).

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu.

Perry menambahkan, prospek ini didukung potensi dari sisi permintaan sejalan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon kredit yang tersedia sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi.

Baca juga: BI beri insentif bagi pengguna LCT untuk diversifikasi transaksi valas

Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit (lending appetite) juga masih longgar serta didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tetap tinggi yaitu mencapai sebesar 10,21 persen (yoy).

Selain itu, perkembangan suku bunga perbankan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, termasuk didukung publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Perkembangan suku bunga deposito 1 bulan pada Juni 2026 tercatat 4,76 persen, sementara suku bunga kredit per Juni 2026 tercatat sebesar 8,81 persen.

Ketahanan perbankan juga dinilai tetap kuat untuk memitigasi ketidakpastian global terhadap sistem keuangan. Kondisi ini ditandai kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, risiko kredit yang terjaga rendah, dan likuiditas perbankan secara industri juga tetap memadai.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.