Berawal dari Upaya Melawan 'Lintah Darat', Begini Sejarah Panjang Koperasi Indonesia
Jumat, 17 Juli 2026 - 16:05 WIB
VIVA – Bulan Juli menjadi momen penting bagi gerakan koperasi di Indonesia. Setiap tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional, yang merujuk pada penyelenggaraan Kongres Gerakan Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947.
Baca Juga
Kongres tersebut menjadi tonggak sejarah karena berhasil menyatukan berbagai gerakan koperasi setelah Indonesia merdeka sekaligus menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi rakyat. Menurutnya, kekuatan koperasi lahir dari semangat gotong royong.
Baca Juga
"Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi kalau bergabung, itu kekuatan, saudara-saudara sekalian. Jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia! Kekuatan ekonomi yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia," ujar Presiden Prabowo, beberapa waktu lalu.
![]()
Baca Juga
Menilik Kembali Sejarah Koperasi di Indonesia
Cikal bakal koperasi di Indonesia bermula pada 16 Desember 1886 ketika R. Aria Wiraatmadja, Patih Purwokerto, mendirikan Hulp en Spaarbank, sebuah lembaga keuangan dengan model koperasi kredit Raiffeisen. Tujuannya adalah membantu masyarakat, khususnya kaum priyayi, agar terhindar dari jeratan lintah darat.
Konsep tersebut kemudian berkembang dengan dukungan pemerintah kolonial Belanda. Memasuki awal abad ke-20, koperasi mulai menjadi bagian dari gerakan ekonomi rakyat. Boedi Oetomo mendorong pembentukan koperasi rumah tangga pada 1908, disusul Syarikat Dagang Islam yang mengembangkan koperasi di kalangan pedagang pribumi pada 1913. Pada 1927, Studie Club atau Persatuan Bangsa Indonesia juga memanfaatkan koperasi sebagai sarana pendidikan ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
Setelah Indonesia merdeka, berbagai organisasi koperasi dipersatukan melalui Kongres Gerakan Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947 yang dihadiri sekitar 500 utusan dari berbagai daerah. Kongres tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting, seperti pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), penegasan koperasi berasaskan gotong royong, hingga penetapan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkembangan koperasi saat ini
Dalam peringatan Harkopnas tahun ini, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Bambang Haryadi menilai perhatian terhadap koperasi kembali meningkat. "Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.
Halaman Selanjutnya
Ia juga menilai anggapan bahwa koperasi merupakan model usaha yang sudah ketinggalan zaman tidak lagi relevan.