Berada dalam Satu Negara, Apa Beda Pasukan Houthi & Militer Yaman?
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama perang Iran, kelompok bersenjata Houthi juga ikut memainkan peran.
Baru-baru ini, pasukan Houthi menyerang kamp militer di Yaman bagian tengah pada Kamis (6/8) malam, menewaskan 30 personel pasukan pemerintah Yaman dan melukai 11 warga sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi Arab Saudi, yang selama ini mendukung pemerintah Yaman dalam perang saudara ini, menuturkan tujuh di antara 11 warga sipil yang menjadi korban luka merupakan warga Saudi.
Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan rudal balistik dan drone menghantam beberapa kamp di Provinsi Marib dan Hadramawt, menewaskan dan melukai sejumlah personel Yaman. Kementerian itu menuturkan serangan Houthi ini terjadi pada pukul 10.40 waktu setempat (07.40 GMT) dan mengecam serangan itu sebagai tindakan "pengkhianatan".
Kemhan Yaman berjanji akan "merespons agresi ini pada waktu dan tempat yang tepat".
Sementara itu, juru bicara koalisi Saudi mengatakan 11 warga sipil terluka di wilayah perbatasan Najran dalam serangan Houthi itu.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui X, mereka mengatakan korban luka mencakup tujuh warga negara Saudi, termasuk seorang perempuan dan anak berusia empat tahun yang keduanya mengalami luka bakar tingkat dua.
Empat warga sipil lainnya berasal dari Yaman, Pakistan, dan Mesir.
Apa beda pasukan Houthi dan Yaman?
Meski berada dalam wilayah yang sama, namun keberadaan keduanya justeru saling bertentangan.
Houthi diambil dari nama pimpinan kelompok ini, Hussein Badreddin al-Houthi, yang memimpin gerakan kebangkitan agama Syiah Zaidiyyah pada akhir tahun 1990-an. Basis Houthi berada di Provinsi Sa'dah di bagian utara Yaman. Awalnya mereka merupakan kelompok penentang pemerintah yang sah.
Menurut situs Council on Foreign Relations, tentara Houthi mendapatkan dukungan dari Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dukungan ini memperkuat kapasitas militer Houthi untuk meluncurkan serangan rudal dan drone di kawasan regional.
Sementara tentara Yaman adalah angkatan bersenjata resmi di bawah pemerintah sah (Presidential Leadership Council / PLC) yang diakui secara internasional dan didukung oleh koalisi Arab Saudi.
Menurut situs sejarah militer, military-history.fandom.com, angkatan bersenjata Yaman meliputi Angkatan Darat Yaman (termasuk Garda Republik ), Angkatan Laut (termasuk Marinir), Angkatan Udara Yaman (Al Quwwat al Jawwiya al Yamaniya; termasuk Angkatan Pertahanan Udara).
Reorganisasi besar-besaran angkatan bersenjata terus berlanjut. Angkatan udara dan pertahanan udara terpadu kini berada di bawah satu komando. Angkatan laut terkonsentrasi di Aden. Jumlah personel angkatan bersenjata sekitar 401.000 orang, termasuk terutama wajib militer.
Jumlah personel militer di Yaman relatif tinggi. Secara keseluruhan, Yaman memiliki kekuatan militer terbesar kedua di Semenanjung Arab setelah Arab Saudi. Pada tahun 2012, total pasukan aktif diperkirakan sebagai berikut: angkatan darat, 390.000; angkatan laut, 7.000; dan angkatan udara, 5.000.
Pada September 2007, pemerintah mengumumkan pemberlakuan kembali wajib militer. Anggaran pertahanan Yaman, yang pada tahun 2006 mewakili sekitar 40 persen dari total anggaran pemerintah, diperkirakan akan tetap tinggi dalam waktu dekat, karena wajib militer diberlakukan dan ancaman keamanan internal terus meningkat. Pada tahun 2012, Yaman kini memiliki 401.000 personel aktif.
(imf/bac)
[Gambas:Video CNN]