◐

Bea Cukai Sampit himpun penerimaan negara hingga Rp119 miliar

Bea Cukai Sampit himpun penerimaan negara hingga Rp119 miliar

Kamis, 24 September 2026 07:24 WIB

Image Print

Kepala KPPBC TMP C Sampit Agus Dwi Setia Kuncoro. (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Sampit, Kalimantan Tengah mencatat penerimaan negara mencapai Rp119 miliar dari berbagai sektor dari Januari hingga Agustus 2026.

“Bea Cukai Sampit selain sebagai community protector juga menjalankan fungsi revenue collector, yaitu mengumpulkan penerimaan negara. Penerimaan tersebut berasal dari sektor kepabeanan dan cukai, pajak impor hingga pungutan dana sawit,” kata Kepala KPPBC TMP C Sampit Agus Dwi Setia Kuncoro di Sampit, Rabu.

Ia menjelaskan, dari sektor kepabeanan dan cukai yang meliputi bea masuk, bea keluar, serta cukai, pihaknya telah menghimpun penerimaan sebesar Rp33,69 miliar selama Januari hingga Agustus 2026.

Sementara dari sektor pajak yang dipungut melalui Bea Cukai Sampit, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) impor, penerimaan yang terkumpul mencapai Rp30,37 miliar.

Selain itu, Bea Cukai Sampit juga mendapat tugas sebagai pemungut dana sawit. Hingga Agustus 2026, dana yang berhasil dikumpulkan dari sektor tersebut mencapai Rp55,74 miliar.

Penerimaan tersebut pada akhirnya turut mendukung pembiayaan pembangunan dan berbagai program pemerintah, termasuk melalui mekanisme transfer ke daerah.

“Ini juga membantu untuk mendukung penerimaan di daerah, karena selama ini kita membutuhkan banyak pembiayaan untuk mendukung segala kegiatan yang ada di daerah,” ujarnya.

Ia menyebut kontribusi tersebut antara lain berkaitan dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Rokok, alokasi DBH sawit, serta penerimaan cukai yang turut berpengaruh terhadap alokasi dana yang diterima pemerintah daerah.

Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.