Baznas Kutim targetkan rehabilitasi 100 rumah tidak layak huni senilai Rp5 miliar - ANTARA News Kalimantan Timur

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur tahun ini menargetkan merehabilitasi 100 rumah tidak layak huni dengan nilai total Rp5 miliar agar warga tidak mampu bisa tinggal di rumah yang lebih layak.

"Rehabilitasi 100 rumah tahun ini dengan bantuan Rp50 juta per rumah. Program ini diarahkan bagi warga dengan hunian belum layak, agar setiap keluarga memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman untuk tumbuh kembang," ujar Ketua Baznas Kutim Masnip Sofwan di Sangatta, Kamis.

Ia menegaskan bahwa prioritas bantuan adalah ketepatan sasaran, yakni rumah yang dibantu benar-benar milik warga yang kondisinya sudah tidak layak huni, dengan pertimbangan kondisi bangunan dan keadaan ekonomi keluarga.

Rehabilitasi ini bukan sekadar memperbaiki dinding, atap, atau lantai. Lebih dari itu, hunian yang layak berarti keluarga lebih sehat, anak-anak tumbuh lebih baik, dan kualitas hidup secara keseluruhan meningkat.

Pembiayaan dari program ini berasal dari zakat yang dititipkan masyarakat, sehingga dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk nyata, bermanfaat, dan berkelanjutan. Bedanya, dari masyarakat mampu dan dikembalikan ke masyarakat tidak mampu.

Selain program bedah rumah, Baznas Kutim juga aktif menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam, program sosial, pendidikan, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro, sehingga hal ini menjadikan lembaga tersebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menanggulangi kesenjangan sosial.

Program ini merupakan perluasan dari capaian tahun sebelumnya yang hanya menjangkau sekitar 40 rumah. Tahun ini jangkauan diperluas hingga menjadi 100 rumah yang tersebar di seluruh kecamatan di Kutim dengan target tuntas Desember 2026.

Distribusinya tidak disamaratakan, namun setiap kecamatan diproyeksi menerima rehabilitasi antara 5–10 rumah, disesuaikan dengan jumlah penduduk dan tingkat kebutuhan atau tingkat keparahan di lapangan.

"Dengan demikian, bantuan dapat benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan dan tidak hanya bertumpu pada satu wilayah. Alhamdulillah, amanah zakat yang dihimpun dari masyarakat kini menjelma menjadi tempat berlindung yang lebih baik dan layak bagi banyak keluarga," katanya.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.