Banyak Orang Beralih dari Pertamax ke Pertalite, Ini Alasannya
Jakarta -
Sejak harga BBM non-subsidi seperti Pertamax naik, banyak pemilik kendaraan yang beralih ke Pertalite sebagai BBM subsidi. Ini alasannya.
Konsumsi Pertalite mengalami kenaikan. Naiknya konsumsi BBM RON 90 Pertamina itu tak lepas dari kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Green, dan beberapa jenis lainnya.
"Saat ini terjadi peningkatan (konsumsi Pertalite) hampir 9,4 persen hanya di bulan Juli saja," ungkap Director of Regional Marketing at PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Eko Ricky Susanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengatakan, pergeseran konsumen tersebut dinilai akibat disparitas harga jual yang sangat tinggi. Kini, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti harga pasar. Sementara BBM subsidi seperti Pertalite harganya masih tetap sama karena dibantu oleh anggaran negara agar menjaga daya beli masyarakat.
"Hari ini kalau kita lihat terjadi migrasi besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite karena disparitas harga yang signifikan. Oleh karena itu Pak Taufiq (Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga) dan teman-teman agak pontang-panting kerjanya, kerjanya luar biasa sekarang. Dan terjadi antrean di beberapa SPBU yang kita bisa saksikan," kata Eddy dikutip CNBC Indonesia.
Selisih harga Pertalite dengan Pertamax sangat kontras. Pertalite masih dijual seharga Rp 10.000 per liter, padahal nilai keekonimannya jauh di atas itu. Sedangkan Pertamax, seliter dijual seharga Rp 16.250.
"Kita beli Pertalite Rp 10.000 di mana pun Rp 10.000. Berapa nilai keekonomiannya? Rp 16.100 (per liter). Jadi bisa dibayangkan," tandasnya.
Pertamina mencatat, sebelum ada kenaikan harga, konsumsi Pertamax dari keseluruhan mencapai 23,2 persen, sementara Pertalite 75,4 persen. Namun setelah harga BBM RON 92 itu naik, konsumsi Pertamax merosot, sementara komposisi Pertalite justru naik menjadi 80,3 persen. Komposisi Pertamax per Juli itu menjadi 18,8 persen, Pertamax Green 0,2 persen, dan Pertamax Turbo 0,7 persen.
(rgr/din)