◐

Bandara Tjilik Riwut tetap beroperasi saat maskapai hentikan sementara aktivitas penerbangan

Bandara Tjilik Riwut tetap beroperasi saat maskapai hentikan sementara aktivitas penerbangan

Kamis, 24 September 2026 07:25 WIB

Image Print

Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa (22/9/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Palangka Raya (ANTARA) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut pada Rabu (23/9), sehingga sejumlah maskapai memutuskan menghentikan sementara operasional penerbangan.

General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengatakan secara umum kondisi fasilitas dan pelayanan bandara masih berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), meskipun aktivitas penerbangan terganggu akibat menurunnya jarak pandang.

"Secara pilar korporat kami, ada tiga yaitu people, process dan premises. Ini berjalan sesuai SOP yang disediakan. Jadi semuanya serviceable," kata I Made Darmawan di Palangka Raya, Rabu.

Ia menjelaskan dari sisi sumber daya manusia (people), para petugas bandara tetap melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. Sementara dari sisi proses (process), pelayanan terhadap masyarakat dan penumpang tetap disiapkan.

Begitu pula dengan premises, seperti fasilitasi di bandara termasuk fasilitas di sisi udara yang mendukung proses pendaratan dan lepas landas pesawat, tetap dalam kondisi siap digunakan.

Menurut I Made, dalam kondisi normal Bandara Tjilik Riwut memiliki pergerakan penerbangan rutin sekitar delapan keberangkatan dan delapan kedatangan setiap hari.

Namun, pada Rabu, kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan bandara dan Kota Palangka Raya menyebabkan jarak pandang tidak memenuhi batas keselamatan untuk operasional penerbangan.

I Made mengatakan kebijakan penghentian sementara penerbangan tersebut bersifat dinamis dan bergantung pada perkembangan kondisi.

"Ada yang sampai dengan tanggal 24, ada yang sampai dengan tanggal 26. Ini masih dalam proses pengaturan ataupun perkiraan waktunya," ujarnya.

Ia mengatakan penerbangan dapat kembali beroperasi apabila kondisi jarak pandang telah memenuhi batas minimal keselamatan berdasarkan data yang konsisten dari pihak terkait, termasuk BMKG.

I Made berharap kondisi segera membaik sehingga seluruh aktivitas penerbangan dan pelayanan masyarakat di Bandara Tjilik Riwut dapat kembali normal.

"Diharapkan ini bisa seperti sediakala, jadi normal kita melayani masyarakat Kalimantan Tengah untuk menuju dan keluar dari Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya," katanya.

Baca juga: BPBPK Kalteng terus optimalkan penanganan karhutla

Baca juga: Bantuan Pemprov Kalteng dianggap ringankan beban masyarakat Bartim hadapi karhutla

Baca juga: Hari Jadi ke-67 Barito Selatan, Gubernur Kalteng pacu sinergi optimalkan pembangunan

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat/Aliya
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.