Astrid Widayani sebut festival budaya jadi ruang penting jaga tradisi
Astrid Widayani sebut festival budaya jadi ruang penting jaga tradisi
Sabtu, 1 Agustus 2026 13:24 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat membuka Festival Budaya Kecamatan Banjarsari 2026 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Surakarta
Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyebut festival budaya menjadi ruang penting untuk menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Festival ini menjadi ruang untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya,” katanya saat membuka Festival Budaya Kecamatan Banjarsari 2026 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Mengusung semangat “Lestarikan Budaya, Perekat Persaudaraan, Wujudkan Banjarsari yang Berbudaya dan Berdaya”, festival tahunan tersebut menghadirkan lomba karawitan, guyon maton, dan hadrah yang diikuti perwakilan kelurahan se-Kecamatan Banjarsari. Kegiatan juga dimeriahkan penampilan Silvy Kumalasari sebagai bintang tamu dengan Whawin dan Mamank sebagai pembawa acara.
Astrid mengatakan pelaksanaan festival budaya sekaligus juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya sebagai jati diri Kota Surakarta.
“Kami ingin budaya terus hadir di tengah masyarakat dan dilestarikan oleh generasi penerus,” katanya.
Ia mengapresiasi konsistensi Kecamatan Banjarsari yang terus menghadirkan festival budaya sebagai wadah pelestarian seni sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. Menurutnya, budaya harus terus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak berhenti sebagai warisan, tetapi tetap tumbuh bersama masyarakat.
Ia mengatakan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis, festival budaya menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan melalui seni dan tradisi. Berbagai pertunjukan seperti karawitan, hadrah, hingga guyon maton bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengajarkan masyarakat untuk kembali ngemat, menikmati kehidupan dengan lebih tenang, guyub, dan penuh makna.
“Festival budaya mengingatkan kita bahwa di tengah kesibukan masyarakat kota, kita tetap membutuhkan ruang untuk menikmati seni, mempererat kekeluargaan, dan menjaga keharmonisan sosial,” ujarnya.
Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat dan keterlibatan seluruh kelurahan menunjukkan bahwa budaya Solo tumbuh dari masyarakat. Predikat Surakarta sebagai Kota Budaya, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh bangunan bersejarah atau cagar budaya, tetapi juga oleh masyarakat yang terus menjaga, merawat, dan mewariskan tradisi leluhur kepada generasi berikutnya.
“Ini adalah wajah Kota Solo yang sesungguhnya. Budaya tumbuh dari masyarakat, dari lingkungan terkecil di kelurahan, kemudian hadir di ruang publik sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan lintas generasi, mulai dari anak-anak, generasi muda, hingga para seniman senior yang bersama-sama menampilkan kekayaan budaya Banjarsari. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisi tetap hidup sekaligus menjadi media pendidikan karakter bagi masyarakat.
Astrid menilai Festival Budaya Banjarsari memiliki potensi berkembang menjadi agenda budaya tingkat Kota Surakarta apabila terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya.
“Kami bangga dengan inisiatif Kecamatan Banjarsari. Kalau festival ini terus berkembang dan semakin baik, bukan tidak mungkin ke depan dapat menjadi festival budaya tingkat Kota Surakarta,” ungkapnya.
Ia berharap Festival Budaya Banjarsari terus berkembang sebagai agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas Surakarta sebagai Kota Budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Sementara itu, dalam laporannya Camat Banjarsari Priyadi mengatakan Festival Budaya Banjarsari diselenggarakan sebagai bentuk komitmen menjaga budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan sosial masyarakat. Menurutnya, potensi budaya yang dimiliki Kecamatan Banjarsari perlu terus diberi ruang agar mampu memberikan manfaat tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga sosial dan ekonomi.
“Festival ini bertujuan melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya daerah, menyediakan ruang bagi para seniman dan pegiat budaya untuk berkarya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM,” ujar Priyadi.
Ia menjelaskan penyelenggaraan Festival Budaya Banjarsari tahun ini dipusatkan di Taman Balekambang agar dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas seni, pelaku budaya, dan pelaku UMKM dalam membangun Banjarsari yang berbudaya dan berdaya saing.
Festival Budaya Banjarsari 2026 menjadi panggung bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas seni dan budaya dari seluruh kelurahan di Kecamatan Banjarsari. Melalui penyelenggaraan yang semakin terbuka di ruang publik, festival ini diharapkan terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya, penguatan identitas Kota Surakarta, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.