◐

AS Siap Kirim Ribuan Pasukan dan Pesawat Tambahan ke Israel

Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) bersiap mengerahkan tambahan pasukan dan pesawat ke Israel dalam beberapa pekan mendatang. Langkah tersebut dilakukan ketika Washington dan Tel Aviv bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari Anadolu, sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya melaporkan sekitar 3.000 tentara AS saat ini ditempatkan di berbagai wilayah Israel. Mereka bertugas mengoperasikan sistem pertahanan udara bersama pilot, personel pendukung, kru logistik, serta pasukan yang bertugas di markas militer.

Militer AS juga dalam beberapa pekan terakhir melakukan rotasi pasukan secara rutin ketika sejumlah unit menyelesaikan penugasan mereka di kawasan tersebut.

Tambahan pasukan dan pesawat diperkirakan tiba dalam beberapa pekan mendatang "sebagai bagian dari persiapan menghadapi eskalasi di Timur Tengah".

Laporan tersebut muncul di tengah peningkatan aktivitas militer AS di kawasan. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Washington mengerahkan tambahan pasukan dan aset angkatan laut ketika ketegangan dengan Iran meningkat.

Seorang pejabat senior keamanan Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Walla bahwa negara-negara yang menjadi lawan Israel tengah mengamati pemilu di Israel dan AS.

Mereka juga menilai apakah dan bagaimana dapat memengaruhi pemilu melalui serangan yang bertujuan mengacaukan situasi tanpa memicu eskalasi yang lebih luas.

"Mereka memahami bahwa respons Israel kali ini akan sangat agresif," kata pejabat tersebut.

Menurut Walla, militer Israel terus mempersiapkan kemungkinan konfrontasi baru dengan Iran atau memburuknya situasi keamanan secara cepat di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Teheran dan Washington.

Sebagian persiapan tersebut berfokus pada operasi yang mungkin dilakukan Israel dalam konfrontasi yang lebih luas, termasuk kemungkinan sasaran di dalam wilayah Iran.

Walla juga melaporkan bahwa koordinasi militer antara Israel dan Komando Pusat AS (CENTCOM) terus berlangsung secara intensif untuk mempersiapkan skenario kemungkinan serangan rudal Iran.