Arif Winardi daftarkan diri jadi Bacalon Nagari Aua Kuniang, siap wujudkan nagari yang maju, transparan, mandiri berlandaskan agama
Arif Winardi daftarkan diri jadi Bacalon Nagari Aua Kuniang, siap wujudkan nagari yang maju, transparan, mandiri berlandaskan agama
Sabtu, 18 Juli 2026 18:28 WIB
Arif Winardi (Ewin) saat mendaftar menjadi Bakal Calon Wali Nagari Aua Kuniang di Kantor Wali Nagari setempat pada Selasa (14/7/2026). ANTARA/Altas Maulana
Simpang Empat (ANTARA) - Arif Winardi yang biasa dipanggil Ewin, anak muda mantapkan diri maju menjadi Bakal Calon Wali Bagari Aua Kuniang Kecamatan Pasaman pada konstelasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026.
Dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir kepada sosok anak muda ini. Terbukti pada Selasa (14/7) puluhan masyarakat dari berbagai kalangan mengantarkan dirinya mendaftar ke Kantor Wali Nagari Aua Kuniang.
Sebagai anak muda, dia menyadari tantangan yang akan dihadapinya dalam persaingan merebut pimpinan tertinggi di nagari itu.
Namun dengan dukungan semua pihak dan dengan niat yang tulus dia meyakini akan mampu berbuat dan mewujudkan Nagari Aua Kuniang yang maju, transparan, mandiri berlandaskan agama sesuai visi yang diusungnya.
"Sudah saatnya anak muda berani tampil. Tentu dengan dukungan dan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Melalui kebersamaan, saya yakin Nagari Aua Kuniang akan maju kedepannya," kata Ewin dengan optimis.
Berasal dari kalangan muda, dia ingin mewujudkan lima misi yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur nagari secara berkeadilan, mewujudkan tata kelola pemerintahan nagari yang transparan dan akuntabel.
Lalu mengembangkan kemandirian ekonomi nagari berbasis potensi lokal dan usaha produktif, mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.
"Kita juga ingin membangun kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh komponen baik diringkat nagari, kabupaten, provinsi dan pusat," ujarnya menjelaskan.
Anak muda yang dikenal kreatif ini terus menginisiasi berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda di nagari Aua kuning, dan pengembangan kepemimpinan.
Dia mengajak semua pihak membangun politik yang santun, mengedepankan gagasan, bukan hoaks, fitnah, apalagi caci maki
Kemudian pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Menurutnya, literasi digital harus berjalan beriringan dengan akhlak, etika, dan kemampuan menyaring informasi sebelum disebarluaskan kepada masyarakat.
“Media sosial jangan hanya menjadi tempat mencari hiburan atau melampiaskan emosi. Jadikan media sosial sebagai ruang berbagi ilmu, inspirasi, dan solusi bagi masyarakat,” katanya.