Arab Saudi Mau Gempur Houthi untuk Buka Laut Merah
Jakarta, CNN Indonesia --
Arab Saudi berencana menyerang milisi Houthi untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah.
Enam sumber dari Timur Tengah dan negara Barat mengatakan operasi itu akan dipimpin pasukan pemerintah Yaman dan diawasi pasukan Saudi. Serangan tersebut diperkirakan bakal diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang.
Namun, mereka tak bisa mengonfirmasi kapan waktu pasti serangan dilancarkan. Para sumber hanya bisa menduga serangan mungkin terjadi dalam waktu seminggu hingga setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada awal November.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber di Yaman, Teluk, dan Barat mengatakan salah satu tujuan utama serangan Saudi yang direncanakan adalah untuk memukul mundur Houthi. Bulan lalu milisi ini berhasil maju menyusuri pantai dan merebut kendali Selat Bab el Mandeb.
Houthi juga memblokade jalur maritim Saudi di Laut Merah. Riyadh sudah menyimpulkan tak bisa bernegosiasi dengan milisi itu selama mereka masih menguasai Bab el Mandeb.
Bab el Mandeb adalah jalur keluar Laur Merah. Rute ini jadi pelayaran utama antara Mediterania dan Asia yang bisa menjadi alternatif saat Selat Hormuz ditutup.
Kembali lagi ke para sumber, mereka mengatakan Saudi mempersiapkan dua opsi yang mungkin untuk serangan kali ini. Pertama serangan yang fokus dan sempit di daerah sekitar Bab el-Mandeb, kedua serangan yang lebih luas dan serentak di berbagai front di wilayah Yaman. Beberapa di antaranya di provinsi Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf.
Mereka juga menyebut lebih dari 100.000 personel bisa dikerahkan untuk operasi ini tergantung pada skala serangan.
Mantan duta besar AS untuk Arab Saudi, Michael Ratney, memperkirakan serangan akan terfokus secara sempit dan tentu saja lebih sederhana daripada operasi Saudi pada 2015.
"Sebagaimana mereka ingin mengalahkan Houthi sepenuhnya, mereka juga perlu kembali ke status quo sebelum Houthi menguasai wilayah di sepanjang Bab el-Mandeb," kata Ratney.
"Idealnya, itu akan menjadi operasi yang cukup terbatas untuk merebut kembali daerah pesisir dan mengembalikan lalu lintas maritim ke keadaan normal," imbuh dia.
Dalam beberapa waktu terakhir, koalisi pasukan Saudi-Yaman bertempur dengan Houthi. Mereka saling gempur dengan meluncurkan serangan udara atau rudal.
(nsa/dmi)