◐

81 Tahun Berlalu, Cicit Hasyim Asy’ari Kembali Bacakan Resolusi Jihad

Liputan6.com, Jakarta - Delapan puluh satu tahun setelah KH Hasyim Asy’ari menyerukan Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, naskah bersejarah itu kembali dibacakan oleh cicitnya, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid, dalam upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Bagi Ipang, pembacaan naskah tersebut bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan para santri.

Dia menilai, pesan Resolusi Jihad tetap relevan sebagai pengingat tentang tanggung jawab santri dalam menjawab kebutuhan bangsa, meski tantangan yang dihadapi telah berubah.

"Delapan puluh satu tahun lalu, buyut saya menulis seruan ini ketika republik baru berumur dua bulan. Hari ini saya membacanya di republik yang sudah dewasa. Zamannya jauh berbeda, tapi pertanyaannya tetap sama, di mana santri ketika bangsanya membutuhkan?” ujar Ipang usai upacara.

Resolusi Jihad dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya, ketika Indonesia baru berusia dua bulan dan menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan penjajah.

Seruan tersebut menegaskan kewajiban umat Islam untuk membela kemerdekaan dan menjadi salah satu pemantik perlawanan rakyat yang kemudian memuncak dalam pertempuran 10 November 1945.

Ipang, yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), merupakan putra KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dan cucu KH Wahid Hasyim.

Pembacaan naskah itu pun mempertemukan kembali sejarah perjuangan KH Hasyim Asy’ari dengan generasi penerus keluarganya.

Menurut Ipang, semangat Resolusi Jihad tidak cukup dipertahankan melalui peringatan seremonial. Santri perlu menerjemahkan nilai perjuangan tersebut ke dalam kontribusi nyata sesuai tantangan zaman, mulai dari pendidikan, dunia usaha, hingga ruang digital.

“Dulu santri berjuang dengan bambu runcing. Hari ini santri ada di kampus, di dunia usaha, di ruang digital. Yang berubah adalah medannya. Yang tidak boleh berubah adalah keberpihakannya kepada bangsa,” katanya.