139 Ribu UMKM di Sergai bertahan dengan modal sendiri, akses KUR masih jadi tantangan - ANTARA News Sumatera Utara
Sergai (ANTARA) - Lebih dari 139 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, tercatat masih aktif menjalankan usaha. Namun, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan modal sendiri untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis mereka.
Meski program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersedia sebagai salah satu alternatif pembiayaan, akses terhadap fasilitas tersebut belum dimanfaatkan oleh seluruh pelaku UMKM. Kerumitan dalam proses pengajuan menjadi salah satu kendala yang dirasakan pelaku usaha.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Nakerkop UKM) Kabupaten Serdang Bedagai, Sofyan Suri, S.Sos., M.M., mengatakan jumlah pelaku UMKM aktif di Sergai mencapai lebih dari 139 ribu.
Hal itu disampaikannya kepada ANTARA, Kami (22/10/2026). Meski demikian, pihaknya belum memiliki data mengenai jumlah pelaku UMKM yang telah mengajukan maupun memperoleh pembiayaan melalui program KUR dari perbankan.
Menurut Sofyan, pemerintah daerah terus berupaya membantu pelaku UMKM melalui pelayanan administrasi usaha, termasuk pengurusan perizinan dan sertifikasi halal.
“Upaya yang kami lakukan untuk membantu pelaku UMKM di antaranya memberikan pelayanan pengurusan perizinan tanpa dipungut biaya. Namun, kami belum memiliki data mengenai pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai modal usaha,” ujar Sofyan.
Pelayanan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan legalitas sehingga usaha mereka memiliki landasan yang lebih kuat untuk berkembang.
Sementara itu, Zhon (38), salah seorang pelaku UMKM di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, mengaku hingga kini masih mengandalkan modal pribadi untuk menjalankan usahanya.
Pedagang mi rebus tersebut mengaku mengetahui adanya program KUR, tetapi belum pernah mencoba mengajukan pinjaman untuk menambah modal usaha.
“Untuk saat ini masih menggunakan modal sendiri. Meski ada program KUR, saya belum pernah mencoba mengajukannya,” kata Zhon.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendataan yang lebih terperinci serta penyebarluasan informasi mengenai akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha dapat memahami persyaratan dan mekanisme pengajuan KUR serta mempertimbangkan pilihan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usahanya.
Pewarta: Darmawan
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.