6 Alasan Timnas Indonesia Bisa Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Diaspora Jadi Kekuatan Utama

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:10 WIB

VIVA – Kegagalan di Piala AFF 2026 menjadi noda yang ingin segera dihapus Timnas Indonesia. Kesempatan untuk bangkit datang tidak lama lagi melalui FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga

Di bawah asuhan John Herdman, Skuad Garuda dituntut menunjukkan wajah berbeda ketika tampil pada turnamen yang dijadwalkan berlangsung September hingga awal Oktober 2026 tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Herdman sendiri sudah memberikan sinyal bahwa Timnas Indonesia yang tampil di FIFA ASEAN Cup tidak akan sama dengan tim yang gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.

Baca Juga

"You will not see the same team again (Anda tidak akan melihat tim yang sama lagi)," kata John Herdman.

Menurut John Herdman, FIFA ASEAN Cup berlangsung dalam periode FIFA Matchday sehingga peluang Indonesia memanggil pemain-pemain yang berkarier di Eropa jauh lebih besar.

Baca Juga

Bahkan, sejumlah pemain diaspora datang ke turnamen ini dengan modal performa positif bersama klub masing-masing.

Jika seluruh faktor tersebut dapat dimaksimalkan, Timnas Indonesia bukan sekadar berstatus tuan rumah. Skuad Garuda punya sejumlah alasan untuk membidik gelar juara.

Berikut enam alasan Timnas Indonesia bisa menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026:

1. Bisa Menurunkan Kekuatan Terbaik Pemain Diaspora

Faktor paling penting yang membuat peluang Indonesia kali ini berbeda adalah keberadaan FIFA Matchday.

Berbeda dengan Piala AFF yang berada di luar kalender resmi FIFA, FIFA ASEAN Cup memberikan peluang jauh lebih besar bagi Indonesia untuk memanggil para pemain yang berkarier di luar negeri.

Bung Ropan sebelumnya bahkan mendorong John Herdman berani memainkan kekuatan penuh pemain diaspora yang sudah dinaturalisasi.

Menurutnya, kehadiran mereka bisa meningkatkan kualitas permainan Indonesia, mulai dari visi bermain, akurasi umpan, kemampuan membaca pertandingan hingga transisi bertahan dan menyerang.

Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Hubner, Elkan Baggott, Calvin Verdonk, Ole Romeny hingga pemain diaspora lainnya berpotensi memperkuat Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komposisi tersebut juga membuat Herdman memiliki banyak pilihan taktik. Indonesia bisa bermain dengan tiga bek maupun menggunakan formasi empat pemain belakang.

Dengan mayoritas pemain terbaik tersedia, kualitas skuad Indonesia secara teori jauh lebih komplet dibanding saat tampil di Piala AFF 2026.

Halaman Selanjutnya

2. Pemain Kunci Sedang Membawa Modal Positif dari Eropa