10 Cara Mudah Merawat Baterai Smartwatch agar Tidak Cepat Drop, dari Hindari Suhu Panas hingga Sering Periksa!

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:10 WIB

VIVA – Smartwatch kini bukan lagi sekadar aksesori untuk melihat waktu. Perangkat ini digunakan untuk menerima notifikasi, memantau aktivitas, merekam olahraga, mengukur berbagai data kesehatan, hingga menemani pengguna sepanjang hari.

Baca Juga

Namun, ada satu masalah yang sering muncul setelah smartwatch digunakan cukup lama: baterai terasa semakin cepat habis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penurunan kapasitas sebenarnya merupakan hal normal karena smartwatch menggunakan baterai isi ulang yang mengalami penuaan kimia. Apple menjelaskan bahwa usia baterai dipengaruhi oleh kombinasi suhu, pola pengisian, dan siklus penggunaan. Garmin juga menyebut baterai isi ulang secara alami kehilangan kapasitas seiring waktu. 

Baca Juga

Meski demikian, kebiasaan penggunaan yang tepat dapat membantu memperlambat penurunan kondisi baterai. Berikut VIVA telah merangkumnya Jum'at, 14 Agustus 2026.

1. Hindari Suhu Terlalu Panas

Baca Juga

Suhu menjadi salah satu faktor yang paling penting dalam menjaga kesehatan baterai. Samsung memperingatkan bahwa penggunaan atau pengisian Galaxy Watch pada suhu ekstrem dapat memperpendek umur baterai. Untuk perangkat Galaxy secara umum, Samsung merekomendasikan lingkungan penggunaan sekitar 0–35 derajat Celsius. 

Karena itu, jangan mengisi daya smartwatch di tempat yang terkena sinar matahari langsung, di dalam mobil yang panas, atau di dekat sumber panas.

Jika smartwatch terasa sangat panas ketika mengisi daya, sebaiknya hentikan sementara dan biarkan suhunya kembali normal.

2. Gunakan Charger yang Sesuai

Jangan menganggap semua charger smartwatch dapat digunakan secara bebas. Samsung secara khusus menyarankan penggunaan charger dan aksesori yang disetujui perusahaan untuk Galaxy Watch. Apple juga merekomendasikan penggunaan charger magnetis yang sesuai dengan Apple Watch. 

Menggunakan aksesori yang tidak kompatibel bukan hanya berpotensi membuat pengisian tidak optimal, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada perangkat atau sistem pengisian.

3. Manfaatkan Fitur Pengisian Daya Optimal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika smartwatch memiliki fitur Optimal Charging, Optimized Charging, atau Charge Limit, sebaiknya fitur tersebut digunakan.

Apple Watch, misalnya, dapat mempelajari kebiasaan pengisian pengguna dan menunda pengisian di atas 80 persen pada kondisi tertentu. Tujuannya adalah mengurangi waktu perangkat berada dalam kondisi terisi penuh sehingga keausan baterai dapat ditekan. 

Halaman Selanjutnya

Pada perangkat yang mendukung fitur serupa, pengguna tidak perlu selalu mematikan pengaturan tersebut hanya karena ingin mendapatkan kapasitas 100 persen setiap hari.