5 Makanan Ampuh Bersihkan Lendir/Dahak yang Susah Hilang
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia - Dahak atau lendir sebenarnya memiliki peran penting bagi tubuh. Zat kental dan licin ini merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh karena membantu menangkap mikroorganisme, kotoran, dan partikel asing agar tidak masuk lebih jauh ke saluran pernapasan.
Namun, produksi dahak yang berlebihan dapat menyebabkan hidung tersumbat, iritasi tenggorokan, hingga rasa tidak nyaman saat bernapas. Makanan dan minuman yang dikonsumsi juga bisa berpengaruh terhadap kondisi tersebut. Sejumlah makanan dapat membantu mengencerkan dahak atau mengurangi faktor yang memicunya, sementara makanan tertentu justru berpotensi memperburuk keluhan.
Berikut makanan yang dapat membantu mengatasi dahak:
Melansir Everyday Health, tidak ada pola makan yang dapat membuat tubuh sepenuhnya bebas dari lendir. Namun, ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu ketika produksi dahak terasa berlebihan.
1. Sup Berkuah
Semangkuk sup ayam hangat saat sedang pilek ternyata bukan sekadar makanan penghangat tubuh. Kaldu dan sup berkuah mengandung nutrisi sekaligus dapat membantu mengencerkan dahak dan mengurangi hidung tersumbat.
Sup juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membantu proses pengeluaran dahak.
2. Air Putih dan Minuman Hangat
Air putih, teh, dan minuman lain yang membantu hidrasi dapat mengencerkan lendir yang menumpuk di tenggorokan maupun paru-paru sekaligus mencegah dehidrasi.
Minuman hangat juga dapat membantu meredakan tenggorokan yang mengalami iritasi.
3. Makanan Mengandung Omega-3
Asam lemak omega-3 merupakan lemak tak jenuh yang dapat membantu mengatur peradangan dalam tubuh. Peradangan juga dapat berkaitan dengan produksi lendir berlebih.
Sebuah studi kecil terhadap penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) menemukan, peserta dengan kadar omega-3 plasma lebih tinggi memiliki skor kualitas hidup terkait paru-paru yang lebih baik, termasuk dalam aspek produksi dahak.
Namun, penelitian tersebut bersifat observasional dengan jumlah peserta terbatas sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Sumber omega-3 antara lain ikan berlemak seperti salmon, herring dan sarden, serta kenari, biji rami, kedelai, minyak kanola, dan chia seed.
4. Bawang-bawangan
Kelompok sayuran allium seperti bawang merah, daun bawang, bawang putih, dan bawang bombai berpotensi membantu mengurangi peradangan yang berkontribusi terhadap produksi lendir berlebih.
Sejumlah penelitian menemukan jenis tanaman allium memiliki sifat antiinflamasi. Namun, bukti mengenai efek langsungnya terhadap produksi dahak masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
5. Makanan Tinggi Serat
Buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian utuh juga bisa menjadi pilihan. Sejumlah penelitian menunjukkan serat makanan berpotensi membantu menjaga produksi dahak, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit paru obstruktif kronis.
Kendati demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan hubungan langsung antara konsumsi serat dengan berkurangnya batuk berdahak maupun gejala pernapasan.
7 Makanan dan Minuman yang Bisa Memperburuk Dahak
Selain makanan yang dapat membantu, ada pula beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya diperhatikan ketika produksi dahak sedang berlebihan.
1. Makanan Tinggi Histamin
Orang yang sensitif atau memiliki intoleransi histamin perlu memperhatikan makanan tinggi histamin karena dapat memicu produksi lendir. Beberapa di antaranya adalah ikan kalengan, bayam, keju yang telah melalui proses pematangan atau fermentasi, buttermilk, susu berperisa, krim asam, daging olahan, yogurt, dan sauerkraut.
Namun, intoleransi histamin tergolong jarang dan diperkirakan berkaitan dengan kekurangan enzim tertentu di saluran pencernaan.
2. Cokelat
Bagi sebagian orang, dahak di belakang tenggorokan dapat berkaitan dengan refluks asam seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau laryngopharyngeal reflux.
Cokelat dapat melemahkan sfingter esofagus bagian atas dan bawah. Ketika mekanisme tersebut melemah, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan tenggorokan.
Kondisi itu dapat memicu suara serak, sakit tenggorokan, heartburn, batuk kronis hingga munculnya dahak di belakang tenggorokan.
3. Kopi
Kafein juga dapat melemahkan sfingter esofagus sehingga memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan dan tenggorokan.
Iritasi akibat refluks tersebut kemudian dapat berkontribusi terhadap munculnya dahak.
4. Alkohol
Seperti beberapa pemicu refluks lainnya, alkohol dapat melemahkan sfingter esofagus sehingga meningkatkan risiko iritasi dan dahak.
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi. Padahal, tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga dahak tetap encer sehingga lebih mudah dikeluarkan.
5. Minuman Berkarbonasi
Soda maupun minuman berkarbonasi lainnya juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki masalah refluks.
Minuman berkarbonasi dapat memicu heartburn pada sebagian orang dan secara tidak langsung memperburuk keluhan dahak yang berkaitan dengan refluks.
6. Makanan Olahan
Makanan tinggi lemak, garam, atau rempah tertentu dapat menjadi pemicu GERD pada sebagian orang.
Makanan tersebut antara lain gorengan, pizza, makanan cepat saji, keripik, serta daging berlemak seperti bacon.
Makanan tinggi lemak juga dapat memperlambat proses pencernaan sehingga makanan berada lebih lama di lambung. Sehingga makanan semacam ini sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, terutama menjelang waktu tidur.
7. Makanan Pemicu Refluks Lainnya
Beberapa makanan lain yang dapat memicu refluks dan kemudian berpotensi menimbulkan keluhan dahak antara lain gorengan, bubuk cabai atau lada, tomat, buah-buahan sitrus, peppermint, daging berlemak, serta keju.
Benarkah Susu Bikin Dahak?
Susu dan produk olahannya kerap dianggap sebagai makanan yang meningkatkan produksi lendir. Namun, anggapan tersebut kemungkinan tidak sepenuhnya tepat.
Produk susu memiliki tekstur yang terasa licin atau kental sehingga dapat menimbulkan sensasi seperti terdapat lebih banyak dahak di mulut atau tenggorokan. Artinya, sensasi tersebut tidak serta-merta berarti susu meningkatkan produksi lendir.
Namun, kondisi berbeda berlaku bagi orang yang memiliki alergi terhadap susu atau makanan tertentu. Alergi dapat menyebabkan produksi lendir berlebihan yang memicu hidung tersumbat atau gangguan pernapasan.
Selain makanan, produksi lendir berlebihan juga dapat disebabkan pilek, flu, infeksi sinus, asma, penyakit paru obstruktif kronis, paparan asap dan polusi, hingga respons tubuh terhadap alergen.
Jika dahak masih mengganggu, beberapa cara lain yang direkomendasikan antara lain menggunakan humidifier dengan kabut dingin, memakai semprotan hidung saline, berkumur menggunakan air garam hangat, serta mengeluarkan dahak dengan batuk.
Obat dekongestan yang dijual bebas juga dapat menjadi pilihan pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]