360 Titik Api Mengintai Kalbar, Warga Diminta Siaga Kebakaran - Regional Katadata.co.id
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Imbauan tersebut menyusul terpantaunya sekitar 360 titik api yang tersebar di sejumlah wilayah Kalbar.
“Kita perlu kerja sama dan kewaspadaan semua pihak. Kalau ada titik-titik api segera laporkan,” ujar Krisantus saat meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (22/8).
Menurut Krisantus, kondisi cuaca yang kering selama musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Potensi bencana itu tidak hanya terdapat di hutan dan lahan, tetapi juga di kawasan permukiman maupun pusat perdagangan.
Sejumlah kebakaran bahkan terjadi dalam waktu berdekatan di beberapa wilayah, seperti Ketapang, Jeruju, dan Segedong. Situasi tersebut, kata dia, menunjukkan perlunya kewaspadaan masyarakat serta penanganan secara cepat ketika muncul potensi kebakaran.
Ia menuturkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar terus memantau titik-titik api yang berpotensi meluas. Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar 360 titik api yang tersebar di berbagai penjuru Kalbar.
“360 titik api tersebar di seluruh penjuru Provinsi Kalbar. Ini ada kemungkinan akan membesar, tetapi BPBD kami terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang berpotensi menyebar,” katanya.
Krisantus meminta masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah api meluas.
Selain mewaspadai kebakaran hutan dan lahan, masyarakat juga diminta memperhatikan potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal dan kawasan perdagangan. Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan api telah benar-benar padam setelah digunakan.
Kondisi kompor dan instalasi listrik juga perlu diperiksa secara berkala karena berpotensi menjadi sumber kebakaran. “Kalau sudah menyalakan api, segera dimatikan. Kompor selalu dijaga. Kemudian kabel-kabel listrik juga harus diperhatikan karena ini bisa menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran,” ujar Krisantus.
Ia turut mengingatkan masyarakat mengenai risiko kabut asap terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak. Pemerintah daerah diminta memantau kualitas udara dan mengambil langkah perlindungan apabila kondisi asap sudah berada pada tingkat yang membahayakan.
“Kalau sudah cukup membahayakan, saya pikir sekolah juga harus kita liburkan karena sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak kita yang ada di sekolah,” tuturnya.
Krisantus juga mengajak seluruh masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada petugas.