20 ribu petani Papua mulai kembangkan inovasi pertanian
20 ribu petani Papua mulai kembangkan inovasi pertanian
Senin, 13 Juli 2026 14:49 WIB
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri saat meninjau bantuan alat dan mesin pertanian di Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu ANTARA/HO- Pemprov Papua.
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut sekitar 20 ribu petani di wilayah setempat mulai mengembangkan inovasi pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan mendorong kemajuan sektor pertanian daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua Luananka Daimboa di Jayapura, Senin, mengatakan perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyak petani yang mulai menerapkan teknologi dan mekanisasi dalam kegiatan pertanian.
"Petani Papua sudah mulai melakukan modernisasi pertanian salah satunya melalui kegiatan cetak sawah rakyat yang sudah menggunakan mekanisasi pertanian dengan melibatkan petani lokal," katanya.
Menurut Lunanka, penerapan pertanian modern telah dilakukan di sejumlah wilayah Tanah Papua, seperti Kabupaten Merauke dan Sarmi, dengan dukungan dari Kementerian Pertanian melalui bidang penyuluhan.
"Peningkatan kapasitas petani juga terus kami lakukan melalui berbagai kegiatan pertukaran informasi dan pengalaman dengan petani serta penyuluh dari daerah lain," ujarnya.
Lunanka menjelaskan pihaknya berharap apa yang dipelajari petani dan penyuluh dapat diterapkan di daerah masing-masing, sehingga mampu meningkatkan pertanian di Papua.
"Dari jumlah petani yang menjadi binaan Dinas Pertanian Papua saat ini mencapai sekitar 20 ribu orang yang tergabung dalam kelompok tani di berbagai wilayah," katanya.
Dia menambahkan pihaknya berharap dengan edukasi yang dilakukan ini semakin banyak petani-petani muda untuk terlibat dalam sektor pertanian melalui konsep petani milenial.
"Pertanian bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat," Lunanka.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026