Zidane Jadi Pelatih Prancis Malah Disorot karena Islam, Pemerintah Ikut Membela
Minggu, 16 Agustus 2026, 22:22 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih baru Timnas Prancis justru memunculkan polemik di luar lapangan. Sejumlah pihak mempertanyakan agama Islam yang dianut Zidane hingga isu tersebut mendapat tanggapan dari pihak pemerintah dan anggota parlemen Prancis.
Zidane ditunjuk untuk menggantikan Didier Deschamps yang telah menangani Les Bleus selama 14 tahun. Di bawah Deschamps, Prancis berhasil meraih gelar Piala Dunia dan UEFA Nations League.
Namun, perhatian terhadap Zidane tidak sepenuhnya tertuju pada rekam jejaknya sebagai salah satu legenda terbesar sepak bola Prancis. Identitas agamanya justru ikut dipersoalkan setelah penunjukan tersebut.
Sejumlah pihak yang disebut Islamofobia mempertanyakan keputusan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menunjuk Zidane. Polemik tersebut kemudian mendapat respons dari Abdelkader Lahmar, anggota parlemen Prancis dari partai La France Insoumise.
Lahmar mempertanyakan alasan agama Zidane menjadi bahan perdebatan. Ia menilai hal serupa tidak pernah menjadi persoalan ketika sejumlah pelatih sebelumnya dipercaya memimpin Timnas Prancis.
"Kami tidak pernah menanyakan soal agama kepada Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, atau Aime Jacquet saat mereka ditunjuk. Lalu mengapa pertanyaan ini diajukan kepada Zidane," tulis Lahmar melalui akun X.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk pembelaan terhadap Zidane sekaligus kritik terhadap pihak yang menjadikan agama sebagai pertimbangan dalam penunjukan pelatih tim nasional.
Zidane sendiri merupakan salah satu figur paling ikonik dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia pernah membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 dan kemudian sukses sebagai pelatih bersama Real Madrid.
FFF memilih tidak memperbesar polemik tersebut. Federasi tetap fokus pada pekerjaan Zidane sebagai pelatih dan meyakini mantan gelandang tersebut tidak akan terganggu oleh isu yang berkembang di luar lapangan.
Penunjukan Zidane juga menandai dimulainya era baru setelah Deschamps meninggalkan kursi pelatih Prancis. Beban yang diemban Zidane cukup besar karena pendahulunya telah memberikan sejumlah prestasi penting bagi Les Bleus.
Baca Juga: Shin Tae-yong Tak Kekang Pemain Persija, Kebebasan di Thailand Jadi Ujian Kedewasaan
Kini, Zidane harus membuktikan kemampuannya bukan melalui perdebatan mengenai identitas pribadi, melainkan lewat hasil pertandingan. Tantangan pertama yang menanti juga tidak ringan.
Timnas Prancis dijadwalkan tampil di UEFA Nations League pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober. Les Bleus berada dalam grup yang dihuni Italia, Belgia, dan Turki.
Ketiga lawan tersebut merupakan tim kuat yang bisa langsung menguji kemampuan Zidane dalam meracik skuad Prancis. Karena itu, perhatian publik nantinya akan lebih diarahkan pada taktik, pemilihan pemain, serta hasil pertandingan.
Polemik mengenai agama Zidane pun berpotensi mereda jika sang pelatih mampu membawa Prancis meraih hasil positif. Pada akhirnya, kinerja di lapangan akan menjadi ukuran utama bagi Zidane dalam menjalankan tugas barunya bersama Les Bleus.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama